Merdeka.com – Program kampung media mulai diterapkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sejak 19 Desember 2008 lalu yang diresmikan penggunaannya oleh wakil Gubernur NTB, H. Badrul Munir di Lingkungan Peresak Timur, Kelurahan Pagutan, Kota Mataram.

Pemasangan Jaringan Internet

Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya memperbanyak kampung media guna mencerdaskan bangsa melalu akses informasi yang valid dan sesuai kebutuhan masyarakat. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Nusa Tenggara Barat, Ridwan Syah pada Antara, Minggu (13/5), “Sejauh ini, sudah ada 30 unit kampung media dan sedang diupayakan pembentukan 10 kampung media pada tahun ini dan 10 lagi tahun depan sehingga target 50 kampung media pada akhir 2012 dapat terealisasi.”

Pembentukan kampung media itu diprakarsai oleh komunitas ‘Pelopor RT Digital’ (Portal) pada sebidang pekarangan kosong seluas satu hektare di RT 01, Lingkungan Peresak Timur. Komunitas Portal tersebut telah melibatkan 20 orang anggota yang difasilitasi dengan kabel 10 orang dan saluran hotspot untuk 10 pengakses.

Pengembangan kampung media dapat terealisasi berkat jalinan kerja sama dengan manajemen PT Telkom Nusa Tenggara Barat, sesuai target yang diharapkan. Pusat jaringan kampung media dipasang di kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Nusa Tenggara Barat di Jalan Langko, kota Mataram, agar lebih leluasa memantau perkembangan kampung media di berbagai lokasi.

Telkom telah menata sistem jaringannnya dan memberikan modul pemantauan kampung media kepada petugas di pusat jaringan. Program pembentukan kampung media ini merupakan bagian dari tekad Nusa Tenggara Barat maju dan berdaya saing yang akan dicapai di akhir 2013 atau di akhir masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2008-2013.

Kegiatan pokok yang diselenggarakan pada program kampung media berupa pembinaan dan pengembangan jaringan komunikasi serta pengembangan program kampung media dengan dukungan alokasi anggaran pemerintah Nusa Tenggara Barat sebesar Rp 1,7 miliar lebih setiap tahun anggaran.

Keberadaan komunitas kampung media menurut Ridwan, telah turut berkontribusi dalam memberikan informasi dan up to date kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Dengan demikian, kemajuan dalam bidang teknologi informasi akan secara langsung maupun tidak langsung akan mempercepat penyebarluasan informasi mengenai berbagai potensi NTB di pentas nasional maupun global,” ujar Ridwan. [fjr]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *