Sensasi Cahaya Jatuh Di Goa Sumur Uluan

Sensasi Cahaya Jatuh Di Goa Sumur Uluan

Deretan destinasi wisata di kawasan selatan Lombok menjadi andalan wisatawan. Salah satunya adalah Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika (KEK Mandalika) yang pada tiap harinya diramaikan oleh pengunjung atau wisatawan. Namun bila kita bergeser mengikuti arah jalan yang menuju ke Pantai Selong Belanak, sederet obyek wisata lain yang cukup unik dan menarik. Sebuah gua yang berbentuk sumur adalah salah satu obyek wisata unik yang terletak pada sebuah dataran tinggi.

Berada pada sebuah dataran tinggi yang berhadapan langsung dengan Pantai Mawun, goa yang berbentuk sumur ini dapat ditemukan. Lebih tepatnya, destinasi wisata yang satu ini terletak di Dusun Uluan, Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Gua sumur yang kini ramai dikunjungan oleh wisatawan lokal dan mancanegara dikelilingi oleh gugusan batu karang. Bekas hutan belukar dan gugusan tebing menjadi penanda pada tempat wisata yang satu ini.

Goa sumur atau “Bat Cave” tersebut berada pada lahan tanah milik seorang bangsa Spanyal, Marco. Namun karena memiliki keunikan terentu, tempat ini pun akhirnya menjadi sebuah detinasi wisata, yang dikelola oleh warga setempat.
Suatu keunikan pada goa sumur tersebut adalah eksotisme cahaya mentari yang jatuh dari atas hingga menembus ke bawah. Namun karena goa yang berbentuk sumur ini memiliki kedalaman yaitu sekitar 11 (sebelas) meter, akhirnya dari pihak pengelola mengumpulkan sejumlah potongan kayu untuk dijadikan rentetan anak tangga menuju ke bawah atau dasar goa.

(tiga ratus) meter. Namun karena mulai pada 25 tahun yang lalu terjadi penebangan pohon pada kawasan ini sehingga terjadi kelongsoran tanah hingga memasuki lubang gua ini, sehingga terjadi pendangkalan, ”ujarnya.

Edy pun juga bertutur bahwa ada 3 icon wisata pada gua sumur ini, yaitu cahaya yang jatuh menembus ke bagian dasar gua, komunitas kelelawar yang bergelantungan pada dindingan gua, dan ular piton jinak yang dapat dimanjakan bila tiba-tiba muncul.

Namun menurut Lalu Budiman (32 thn), yang kesehariannya aktif sebagai perangkat desa (BKD) bahwa “ Ular piton yang ada di dalam gua sumur ini sama sekali tidak mengganggu. Namun agar para pengunjung tidak merasa takut pada binatang yang di sebut ular piton itu, kami selalu mendampingi pengunjung yang datang, dan kami pun siap dan mampu menangani ular piton yang berlindung di dalam gua ini,” ujarnya saat ditemui di sebuah berugak yang tak jauh dari liang gua tersebut.
Edy lanjut bicara, “ Ular dan kelelawar adalah menjadi pasangan di dalam gua ini. Kelelawar itu adalah mangsa dari ular piton, dan sama sekali tidak mengganggu manusia. Kecuali ketika akan mengalami proses pembesaran, ular itu akan keluar sendiri ke hutan sekitar untuk mencari mangsa, seperti tikus, monyet dan babi,” ujarnya.
Selain itu, icon utama pada wisata gua sumur ini adalah sensasi cahaya indah yang terjatuh hingga menembus dasar gua. Namun utuk menemukan pesona cahaya putih yang terjatuh dari atas hingga menembus ke dalam gua ini, yaitu sebaiknya datang pada jam 11 (sebelas) siang hingga jam 3 (tiga) siang. Sebab ketika posisi matahari tidak bertepatan dengan lubang gua pada bagian atas, yang mana cahaya itu tidak tampak, bahkan hanya terlihat nuansa keremangan di dalam gua ini.

Momen sensasi cahaya indah yang terjatuh dari atas melalui liang gua bagian atas hingga menembus ke dasar gua sangat cocok dimanfaatkan untuk para potografer. Dari pengamatan, setiap wisatawan lokal dan mancanegara menjadikan momen ini untuk memanjakan diri di bawah cahaya yang jatuh dari atas. Berbagai macam adegan atau gaya yang dapat disaksikan di dalam ruang cahaya itu, yaitu tatkala pengunjung berhadapan langsung dengan kamera poto atau video.

Bila dicermati, cahaya putih yang terjatuh dari atas dan terfokus pada sebuah titik dasar gua adalah mengingatkan kita pada sebuah seni petunjukan teater. Inilah keunikan dan sensasi cahaya jatuh dari atas hingga menembus ke dasar gua dan menjadi andalan utama pada destinasi wisata gua yang berbentuk sumur ini.

Menjelajah di dalam ruang gua sumur yang ukuran lebarnya sekitar 7 (tujuh) diameter, pasangan stalagtif dan stalagmik tampak unik dan eksotis. Namun bila anda ingin uji nyali, anda pun dapat dituntun oleh seorang pemandu untuk menelusuri sebuah gua yang berjarak 80 meter ke dalam.

Berada di luar gua sumur, yaitu tepatnya di sebuah berugak yang tak jauh dari liang gua sumur, pesona Pantai Mawun tampak jelas. Permainan ombak biru yang akan menghempaskan diri di tepi pantai tampak indah dari atas bukit ini.

Untuk menemukan lokasi destinai wisata gua sumur, anda dapat mengambil haluan pada belokan kanan ketika berada di simpang empat Jalan Pantai Kuta Lombok Tengah. Sekitar 5 Km atau 15 menit dengan mengikuti arah jala ke atas pebukitan atau datran tinggi, anda akan dipetemukan sebuah obyek wisata Gua Bangkang yang berada pada bagian kiri jalan. Bergeser sekitar 300 (tiga ratus) meter ke depan, yang mana pada bagian kanan terdapat sebuah papan petunjuk arah ke lokasi gua sumur. Jarak papan penunjuk arah tersebut hanya 200 (dua ratus) meter dengan meleawati jalanan baru yang masih berupa tanah.

Harga karcis masuk pada wisata sumur gua tersebut yaitu 25.000 (dua puluh lima ribu) rupiah per kepala, dan sudah termasuk biaya keamanan kendaraan, serta biaya pemandu wisata.

Bagi wisatawan yang senang atau ingin berkunjung ke Pulau Lombok, anda pun dapat menyaksikan sensasi cahaya indah yang terjatuh dari atas hingga menembus ke dalam goa sumur. Pemandu wisata yang ada di lokasi wisata gua sumur ini siap menuntun anda ke dalam goa sumur tersebut. Anda pun juga dapat berbincang-bincang dengan pemandu, khususnya mengenai keberadaan wisata gua sumur.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *