Peringatan Malam Nisfu Sya’ban di Rensing Bat

  • Share

Sakra Barat, Lotim – Nisfu Sya’ban adalah sebuah peringatan yang dilakukan di Pertengahan bulan Sya’ban yakni tanggal 15 Sya’ban Bulan ke delapan dalam kalender Hijriyah yang secara umum berarti Pertengahan Bulan Sya’ban.
Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT, bulan penuh rahmat dan dianggap sebagai bulan penyucian jiwa sebelum memasuki Bulan Ramadlhan.

Melakukan Amalan Ibadah pada malam Nisfu sya’ban merupakan hal yang dianjurkan dalam Syariat Rasulullah SAW sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan orang Indonesia. Ini adalah malam istimewa selain malam Lailatul Qodar, malam di mana Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang mau melakukan ibadah dan memohon ampun kepada-Nya.
Peringatan Nisfu Sya’ban merupakan salah satu tradisi yang tidak pernah di lupakan, terutama masyarakat Desa Rensing Bat Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur. Peringatan biasanya dilaksanakan setelah selesai shalat Magrib yang diawali shalat magrib berjamaah kemudian dilanjutkan dengan shalat sunat Nisfu Sya’ban dan pembacaan surat yasin sebanyak tiga kali yang mana di pembacaan surat yasin pertama dengan niat semoga dipanjangkan umur, kedua semoga di berikan rizki yang banyak dan berkah dan yang ketiga semoga ditetapkan iman.

Peringatan Nisfu Sya’ban Tahun 1443 Hijriah bagi masyarakat Desa Rensing Bat kali ini bertepatan dengan tanggal 28 Maret 2021 Masehi dan dilaksanakan di tempat yang berbeda yaitu, Masjid Nurul Islam Rensing Bat untuk Masyarakat yang tinggal di pemukiman sekitar masjid yaitu Gubuk Tengak, Gubuk Masjid, Gubuk Lepok. Mushalla Darussalam untuk masyarakat yang tinggal di sekitaran dusun tembok gading, Darussalam, Paok gading dan sekitarnya. Mushalla Miftahul Jannah bagi masyarakat yang berada di Dusun Timuk Rurung, Mushalla Nurul Qalbi bagi masyarakat dusun Tibu Jae dan Mushalla Nurul Islah bagi Masyarakat yang tinggal di Dayen Kubur Dusun Lepok.

Peringatan Nisfu Sya’ban bukan saja tempat memanjatkan Do’a kepada Allah SWT, melainkan peringatan ini dibarangi dengan Hajatan (Roah) oleh masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga yang membawa makanan berupa Nasi dalam dulang ataupun nasi bungkus untuk di makan bersama oleh jamaah yang hadir di Masjid ataupun Mushalla sebelum pelaksanaan Acara peringatan Nisfu Sya’ban atau setelah pelaksanaan Nisfu Sya’ban.ini sebagai tanda kesyukuran atas dipertemukannya kembali dengan bulan Sya’ban untuk menuju Bulan suci Ramdhan, tradisi roah pada peringatan nisfu sya’ban sudah mulai terkikis, hanya beberapa tempat yang masih melaksanakan dan menjalankannya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *