Arahan Presiden Joko Widodo Kepada Kepala Daerah Jelang Idul Fitri 1442 H. Secara Virtual.

  • Share

Gerung Diskominfotik Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, bersama Ketua DPRD Lombok Barat Hj. Nurhidayah, Sekretaris Daerah H. Baihaqi, Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo dan para Asisten mengikuti Pengarahan Presiden RI Joko Widodo kepada Kepala Daerah Seluruh Indonesia secara Virtual di Ruang Rapat Jayengrane Kantor Bupati Lombok Barat, Rabu 28/4/21.

Dalam pengarahan tersebut ada dua hal penting disampaikan Presiden Pertama terkait Pencegahan Covid-19 dan peningkatan ekonomi. Terkait Pencegahan Covid-19 Presiden mengingatkan seluruh pimpinan Daerah untuk berhati-hati dan lebih aktif mensosialisikan tunda mudik dan penerapan protokol kesehatan secara disiplin dimasa libur Iedul Fitri 1442 H.

“Kenaikan kasus harian Covid-19 di India harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Padahal sejak November 2020 hingga Februari 2021, India berhasil melandaikan kurvanya. Namun euforia keberhasilan mereka tidak berlangsung lama, karena saat ini kasus aktif harian mereka melonjak tajam,” ujar Presiden.

Presiden kembali mengingatkan para kepala daerah agar menjadikan lonjakan kasus covid-19 yang terjadi pasca lebaran Idul Fitri tahun lalu, benar-benar menjadi pelajaran agar tidak terulang. Sebagaimana diketahui, pasca libur Idul Fitri tahun lalu covid-19 meningkat sebesar 68-93 persen.

Presiden juga menginstruksikan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk terus memacu cakupan vaksinasi covid-19 di daerah masing-masing, agar herd immunity bisa segera terbentuk.

“Hingga kemarin, Senin 27 April, baru 19 juta dosis vaksin yang disuntikkan. Oleh karena itu terus sosilisasikan dan gencarkan vaksinasi di daerah masing-masing, karena target kita pada Bulan Juli 2021 sebanyak 70 juta dosis harus sudah digunakan,” kata Presiden.

Terkait dengan Peningkatan ekonomi Presiden juga berpesan agar para kepala daerah segera membelanjakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahnya, karena peredaran dana APBD akan turut berimbas pada aktifitas ekonomi daerah.

“Berdasarkan catatan saya, ada dana sebesar 182 triliun lebih masih menumpuk di perbankan daerah. Ini tidak boleh terjadi, segera belanjakan agar uangnya berputar di masyarakat. Hingga akhir Maret 2021 belanja APBD terutama belanja modal masih sangat minim, yaitu hanya sebesar 5,3 persen saja. Sementara itu, belanja pegawai sudah mencapai 63 persen. Sekali lagi saya tegaskan, segera belanjakan APBD, karena perputaran uang di suatu daerah akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi,” kata Presiden.

Presiden menyoroti masih adanya investor yang merasa proses perizinan di Indonesia masih berjalan lambat. Padahal, sambung Presiden, kemudahan proses perizinan akan membangkitkan gairah investasi di Indonesia. Dalam acara ini Presiden didampingi oleh Wapres H. Ma’ruf Amin, Menkopolhukam Mahfud MD, Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *