Sangkar Burung Berbahan Kayu Bekas, Kreatifitas Pemuda dimasa Pandemi

  • Share
Sangkar Burung kreatifitas pemuda Rensing Bat

Sakra Barat, Lotim – Kreatifitas dapat muncul disetiap diri terlebih kreatifitas itu menjadi nilai ekonomis. Seperti yang dilakukan oleh Hairuman pemuda kreatif asal RT 13 Dusun Tembok Gading Desa Rensing Bat Kecamatan Sakra Barat ini mempunyai sebuah ide untuk membuat Sangkar Burung berbahan Kayu Bekas dan Bambu bekas.

Berawal dari iseng, pemuda 28 tahun ini mengembangkan kreatifitasnya membuat sangkar burung yang memiliki nilai ekonomi ditengah terpuruknya ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Sebelum ia memulai usaha sangkar burung, Ruman panggilan akrabnya ialah pemuda gigih yang selalu mencari terobosan untuk sebuah usaha, tak sedikit usaha kecil yang ia pernah coba. Lalu bersama  saudara sepupunya Nazri Alias Diyok ia memulai membuat sangkar burung yang hanya bermodal patungan tak khayal setelah ia tekuni kini ia mulai menerima pesanan.

“kemarin kami kirim 3 sangkar ke desa lain, sekarang kami sedang menyelesaikan orderan sebanyak 6 sangkar pesanan dari teman di Kecamatan Keruak” Ujarnya. 

Saat Media ini mendatangi rumahnya Hairuman sedang melakukan pemasangan bambu lidi pada pagar sangkar buatannya pada Rabu sore, 03/08/2021.

Sangkar yang di produksi Hairuman ialah sangkar berbahan Kayu Jati dan bambu Liat (bambu tali dalam bahasa sasak) yang digunakan untuk semua jenis burung, penggunaan kayu jati dan bambu tali ini menurutnya sangat kuat dan bisa bertahan hingga bertahun-tahun.

Menurutnya lagi, membuat sangkar burung hias membutuhkan keterampilan dalam membuat desain yang menarik agar bisa cepat laku di pasaran. Proses pembuatannya bisa memakan waktu hingga beberapa hari, Satu sangkar berukuran tinggi kurang lebih 65cm, lebar 40cm dengan panjang 45 cm dan ada juga ukuran kecil berukuran 30cm kali 25cm dengan tinggi sekitar kurang lebih 50cm, Ungkapnya.

Selain desain sendiri kata Hairuman, ia juga menerima desain atau model berdasarkan pesanan pembeli. Hingga saat ini, ia baru memperoduksi beberapa sangkar saja karena baru memulai, Sambungnya.

Sangkar tersebut dibanderol mulai Rp 120 ribu – Rp 200 ribu tergantung tingkat kesulitannya. Jelasnya.

Sementara cat yang digunakan adalah cat politur dan sesuai dengan pesanan pelanggan. 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *