Lombok Timur – Kepemimpinan Bupati Lombok Timur, H. Khairul Warisin, terus mendapatkan apresiasi positif dari berbagai elemen masyarakat dan tokoh pegiat sosial. Kebijakan strategis yang menyentuh persoalan mendasar—seperti kepastian nasib honorer, penanganan kelangkaan LPG, hingga pemerataan infrastruktur desa—dinilai sebagai wujud nyata komitmen pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Poin paling krusial yang menjadi sorotan adalah keberanian Bupati dalam memperjuangkan nasib tenaga honorer. H. Khairul Warisin secara resmi telah mengusulkan 100% tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu untuk diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu.
Langkah ini diambil guna memberikan kepastian status hukum, peningkatan kesejahteraan, serta jenjang karier yang jelas bagi ribuan pelayan publik di Lombok Timur.
“Ini bukan sekadar urusan administrasi, tapi soal kemanusiaan dan keadilan bagi mereka yang telah lama mengabdi. Ini adalah harapan baru bagi ribuan keluarga,” ujar salah satu perwakilan LSM di Lombok Timur, Selasa (28/4/2026).
Selain urusan birokrasi, Pemkab Lombok Timur juga bergerak cepat mengatasi isu kelangkaan LPG 3 Kg yang sempat viral dalam beberapa pekan terakhir. Upaya strategis yang dilakukan meliputi:
Menjalin komunikasi berkelanjutan dengan pihak Pertamina untuk menjamin pasokan.
Memperketat jalur distribusi di tingkat pangkalan guna memastikan stok tersedia dengan harga yang sesuai eceran tertinggi (HET).
Di sektor fisik, Bupati fokus pada pembangunan jalan-jalan alternatif di berbagai wilayah kecamatan dan desa. Visi pembangunan ini bertujuan untuk:
1. Membuka Isolasi: Menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit diakses.
2. Akselerasi Ekonomi: Mempercepat mobilitas petani dan pedagang kecil di pedesaan.
3. Akses Pelayanan: Memudahkan warga menjangkau fasilitas kesehatan dan pendidikan.
Berbagai kalangan menilai sinergi antara peningkatan kesejahteraan pegawai dan pembangunan infrastruktur menunjukkan bahwa pemerintah daerah saat ini bekerja dengan orientasi hasil yang nyata. Tren positif ini diharapkan dapat terus berlanjut demi menciptakan kemajuan daerah yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Lombok Timur.
