Mataram 28 April 2026 – Komitmen Kepala Badan POM Bapak Taruna Ikrar bahwa Badan POM melalui UPT di seluruh Indonesia siap mendampingi Pelaku Usaha UKM melalui pembinaan yang terstruktur dengan pemberian sosialisasi, pelatihan, bimbingan teknis, asistensi dan edukasi menjadi prasyarat agar pelaku usaha mampu naik kelas dan memenuhi standar regulasi.
Dalam rangka memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Pangan Olahan, bertempat di aula Balai Besar POM di Mataram pada tanggal 28-30 April 2026 diselenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi standar keamanan pangan di tingkat UMKM, seiring dengan semakin meningkatnya tuntutan konsumen terhadap produk yang aman, bermutu, dan terpercaya. Kegiatan dibuka oleh Kepala Balai Besar POM di Mataram, Bapak Yogi Abaso Mataram, dengan mengundang 35 UMK pangan olahan di Pulau Lombok.
Bimtek ini tidak hanya menghadirkan materi teknis terkait CPPOB, tetapi juga memperkaya wawasan peserta melalui kolaborasi lintas sektor yaitu DPMPTSP Prov.NTB, Dinas Linkungan Hidup Prov.NTB, Kanwil DJP Prov.NTB, Kanwil ATR/BPN Prov.NTB, Kanwil Kemenkumham Prov.NTB, Dinas PUPR Kota Mataram dan Loka BPJPH Prov.NTB. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada pelaku usaha, bahwa keberhasilan produk pangan tidak hanya ditentukan oleh proses produksi, tetapi juga oleh kepatuhan terhadap regulasi dan pengelolaan usaha yang baik secara menyeluruh.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Program Pendampingan UMK Pangan Olahan melalui skema Orang Tua Angkat, yang mendorong sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui Bimtek CPPOB ini, diharapkan lahir UMK pangan olahan yang lebih profesional, adaptif, dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, bimtek ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem pangan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan. Dengan komitmen bersama, UMK diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan naik kelas sebagai pilar penting dalam ketahanan pangan nasional. (Tim KM Mataram)
