Mataram, 16 Juli 2026 – Keberhasilan Pasar Perumnas dan Pasar ACC Ampenan dalam mengimplementasikan Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Melalui Dinas Perdagangan Kota Mataram, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melaksanakan kegiatan studi tiru ke dua pasar tersebut guna mempelajari praktik baik dalam pengelolaan pasar yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Kegiatan studi tiru dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Barat beserta jajaran, didampingi oleh Dinas Perdagangan Kota Mataram serta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram sebagai mitra pembinaan Program PPABK.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan memperoleh penjelasan mengenai implementasi Program PPABK yang telah berjalan di Pasar Perumnas dan Pasar ACC Ampenan, mulai dari pembentukan komunitas pasar, edukasi keamanan pangan kepada pedagang, pengawasan pangan, hingga kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan pasar yang menyediakan pangan aman bagi masyarakat. Keberhasilan kedua pasar tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mewujudkan pasar yang aman. Pasar ACC Ampenan berhasil meraih Juara I Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas Tingkat Nasional tahun 2025, sedangkan Pasar Perumnas saat ini tengah menunggu hasil penilaian akhir setelah berhasil lolos hingga tahap wawancara Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas Tingkat Nasional Tahun 2026.
Selain mempelajari implementasi Program PPABK, peserta studi tiru juga melihat secara langsung inovasi pengelolaan lingkungan pasar yang telah diterapkan di kedua pasar. Salah satunya adalah pemilahan sampah sejak dari sumber, penerapan Tempah Dedoro sebagai sarana pengolahan sampah, serta pemanfaatan limbah organik melalui pembuatan eco enzyme. Cairan eco enzyme yang dihasilkan dimanfaatkan untuk membantu mempercepat proses penguraian sampah organik pasar sehingga mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pasar yang lebih bersih dan sehat.
Perwakilan BBPOM di Mataram menjelaskan bahwa keberhasilan Program PPABK tidak hanya diukur dari aspek keamanan pangan, tetapi juga dari terbangunnya komitmen seluruh pengelola pasar, pedagang, dan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. “Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas mengedepankan pemberdayaan seluruh unsur di pasar. Ketika pedagang, pengelola pasar, pemerintah daerah, dan masyarakat memiliki komitmen yang sama, maka budaya menyediakan pangan yang aman akan tumbuh dengan sendirinya. Keberhasilan Pasar ACC Ampenan dan Pasar Perumnas diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk mengembangkan program serupa,” ujar perwakilan BBPOM di Mataram.
Kegiatan studi tiru berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai strategi pembinaan pedagang, pengelolaan kebersihan pasar, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keamanan pangan. Melalui kegiatan ini diharapkan praktik baik yang telah diterapkan di Pasar Perumnas dan Pasar ACC Ampenan dapat direplikasi di pasar-pasar lain, khususnya di Kabupaten Lombok Barat. Sinergi antara pemerintah daerah, pengelola pasar, pedagang, dan BBPOM di Mataram diharapkan semakin memperkuat upaya mewujudkan pasar tradisional yang menyediakan pangan aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat. Tim KM BBPOM )
