Mataram – Sebanyak 13 mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mataram berhasil menyelesaikan Program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram. Selama lebih dari empat bulan, sejak 19 Februari hingga 26 Juni 2026, para mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam mendukung pelaksanaan Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan sekaligus berkontribusi langsung bagi perlindungan kesehatan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Program magang ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik pengawasan obat dan makanan. Tidak hanya belajar dari sisi laboratorium, para peserta juga terjun langsung ke lapangan mendampingi masyarakat, pelaku usaha, sekolah, hingga pemerintah desa dalam mewujudkan pangan yang aman, bermutu, dan layak konsumsi.
Adapun 13 mahasiswa yang mengikuti program ini yaitu Malia Zohriyati, Muhammad Rizki Zam-Zami, Shofiatun Nisa Al Aziziyah, Amalia Maezara, Diva Laelani, Ghina Zahira Shofa, Mira Patmawati, Okta Wiya Ramdani, Wiwin Tania Lestari, Yunita Astuti, Zilian Safitri, Muhamad Haekal Septiyan Aldy, dan Wina Septia Utari.
Selama pelaksanaan magang, mahasiswa terlibat aktif dalam implementasi tiga Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan BPOM, yaitu Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK), dan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman.
Pendampingan Program Desa Pangan Aman dilaksanakan di Kelurahan Ampenan Selatan, Desa Telaga Waru, dan Desa Sukamulia. Sementara itu, Program PPABK dilaksanakan di Pasar Perumnas, Pasar Dasan Agung, Pasar ACC Ampenan, dan Pasar Kotaraja. Untuk Program PJAS Aman, mahasiswa turut mendampingi sejumlah satuan pendidikan, di antaranya MAN 2 Mataram, SMPN 15 Mataram, SDIT Anak Soleh, SDN Goa, MAN 1 Kota Bima, MAN 1 Sumbawa Barat, SDN 12 Cakranegara, SDN 2 Rakam, SMPN 1 Terara, serta beberapa sekolah lainnya.
Berbagai pengalaman lapangan diperoleh mahasiswa melalui keterlibatan dalam pengawasan keamanan pangan, pengambilan sampel dan pengujian pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya, pendampingan pelaku usaha dalam pemenuhan aspek legalitas produk, penyusunan media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat, hingga kegiatan administrasi dan dokumentasi program.
Kontribusi mahasiswa juga turut mendukung berbagai capaian strategis BBPOM di Mataram. Kelurahan Ampenan Selatan, Pasar Perumnas, dan SDN Goa berhasil melaju ke tahap wawancara Lomba Pangan Aman Tingkat Nasional Tahun 2026. Selain itu, pendampingan yang dilakukan membantu pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan perizinan produk pangan serta memperluas jangkauan edukasi keamanan pangan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan penyuluhan.
Salah seorang perwakilan peserta magang mengungkapkan bahwa pengalaman selama mengikuti MBKM di BBPOM di Mataram memberikan pembelajaran yang tidak diperoleh di ruang kuliah.
“Magang di BBPOM di Mataram merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami tidak hanya belajar mengenai pengawasan obat dan makanan, tetapi juga memahami bagaimana program keamanan pangan diimplementasikan langsung di tengah masyarakat. Pengalaman mendampingi desa, pasar, sekolah, dan pelaku usaha memberikan gambaran nyata mengenai peran seorang sarjana kimia dalam mendukung kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat belajar para mahasiswa selama mengikuti program magang. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga memberikan energi positif dalam mendukung pelaksanaan program-program BPOM di lapangan.
“Program MBKM merupakan bentuk sinergi yang sangat baik antara perguruan tinggi dan pemerintah. Mahasiswa memperoleh pengalaman nyata di dunia kerja, sementara masyarakat merasakan manfaat dari kontribusi yang mereka berikan. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk membentuk lulusan yang profesional, berintegritas, adaptif, serta memiliki kepedulian terhadap perlindungan kesehatan masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan,” ujar Yogi Abaso.
Ia juga berpesan agar para mahasiswa terus mengembangkan kompetensi, menjunjung tinggi integritas, serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keamanan pangan.
Melalui Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan, BPOM terus mendorong peningkatan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mewujudkan pangan yang aman melalui pemberdayaan komunitas, pelaku usaha, dan satuan pendidikan. Keterlibatan mahasiswa menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus menumbuhkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap isu kesehatan masyarakat.
Kolaborasi antara BBPOM di Mataram dan Program Studi Kimia FMIPA Universitas Mataram menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi mampu menghasilkan manfaat yang luas. Ke depan, kerja sama ini diharapkan terus berkembang melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna mencetak lulusan yang unggul sekaligus memperkuat upaya perlindungan masyarakat di bidang obat dan makanan, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Tim KM BBPOM)
