Mataram, 9 Agustus 2026 – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Mataram melaksanakan pengawasan keamanan pangan pada acara puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 tingkat Kota Mataram yang berlangsung di Lapangan Karang Pule, Kota Mataram, Minggu (9/8).
Pengawasan dilakukan sebagai upaya memastikan produk pangan yang dipasarkan dan disajikan dalam kegiatan tersebut aman dikonsumsi masyarakat. Fokus pengawasan diarahkan pada produk UMKM serta produk olahan yang dihasilkan oleh Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK di wilayah Kota Mataram.
Dalam kegiatan tersebut, petugas BBPOM di Mataram melakukan sampling dan pengujian cepat terhadap 21 sampel pangan. Pengujian dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan bahan berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam pangan, yaitu boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.
Berdasarkan hasil pengujian cepat, seluruh 21 sampel yang diperiksa memenuhi syarat dan tidak terdeteksi mengandung bahan berbahaya yang menjadi parameter pengujian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa produk pangan UMKM dan olahan UP2K PKK yang disampling dalam kegiatan ini memenuhi aspek keamanan dari parameter bahan berbahaya yang diuji.
Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, S.Si., Apt., menyampaikan bahwa pengawasan keamanan pangan pada kegiatan masyarakat merupakan bagian dari komitmen BBPOM di Mataram untuk memastikan masyarakat memperoleh pangan yang aman, khususnya pada momentum kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM dan masyarakat dalam jumlah besar.
“Kami terus memperkuat pengawasan pangan secara terpadu bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Pada kegiatan HKG PKK ke-54 ini, kami melakukan sampling dan pengujian cepat terhadap 21 sampel pangan untuk memastikan produk yang beredar aman dari bahan berbahaya seperti boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow. Alhamdulillah, seluruh sampel yang diuji memenuhi syarat,” ujar Yogi.
Lebih lanjut, Yogi menekankan bahwa hasil pengujian tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat sekaligus mendorong pelaku UMKM dan UP2K PKK untuk terus menerapkan praktik keamanan pangan dalam setiap tahapan produksi.
“Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Mataram, khususnya Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM, serta para pelaku UMKM dan UP2K PKK yang turut mendukung terwujudnya pangan yang aman. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi bagian dari pengawasan, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar keamanan pangan menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten,” tambahnya.
BBPOM di Mataram akan terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam pengawasan pangan, termasuk melalui kegiatan sampling, pengujian, edukasi, dan pendampingan kepada pelaku usaha. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk melindungi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM pangan yang aman, bermutu, dan berdaya saing. (Tim KM BBPOM)
