Mataram – Ketidaktahuan dapat menjadi celah bagi penyalahgunaan obat di kalangan generasi muda. Menyadari hal tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kepada sekitar 300 mahasiswa Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (FATEPA) Universitas Mataram, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Mataram. BBPOM di Mataram menghadirkan Ketua Tim Kerja Penindakan II dan Ketua Tim Kerja Infokom III sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai OOT, risiko penyalahgunaan, obat setelan, serta modus peredaran obat ilegal yang perlu diwaspadai.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa obat merupakan produk kesehatan yang penggunaannya harus dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab. Peredaran obat melalui media sosial, grup percakapan, jaringan pertemanan, maupun sarana daring lainnya juga menjadi hal yang perlu diwaspadai oleh mahasiswa.
Dekan FATEPA Universitas Mataram, Dr. Ir. Satrijo Saloko, M.P., menegaskan pentingnya edukasi tersebut sebagai langkah pencegahan sejak dini.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin pada PKKMB tahun ajaran berikutnya. FATEPA siap mendukung kolaborasi bersama BBPOM di Mataram agar mahasiswa sejak awal memiliki pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang tegas untuk menolak penyalahgunaan obat.” lanjut Satrijo
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan BBPOM di Mataram dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan aman dari penyalahgunaan obat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan prinsip 3K: Kenali, Tolak, Laporkan. Mahasiswa didorong untuk mengenali obat dan risikonya, menolak ajakan maupun penggunaan obat secara tidak tepat, serta melaporkan dugaan penyalahgunaan atau peredaran obat ilegal kepada pihak yang berwenang.
Selain meningkatkan pemahaman, edukasi ini juga mendorong mahasiswa untuk berperan sebagai agent of change. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi sumber informasi yang benar bagi teman sebaya, keluarga, dan masyarakat serta turut membangun budaya penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab.
Melalui pesan “Kenali, Tolak, Laporkan”, BBPOM di Mataram mengajak mahasiswa untuk berani mengambil sikap dan menjadi bagian dari gerakan pencegahan penyalahgunaan obat demi mewujudkan generasi muda yang cerdas obat, sehat, produktif, dan berprestasi.
