LOMBOK TIMUR – Edukasi keselamatan berkendara dikemas secara kreatif dan interaktif melalui seminar safety riding bertajuk “Secangkir Kopi Sejuta Mimpi” yang digelar di Universitas Gunung Rinjani, Kamis, 17 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Gunung Rinjani tersebut dibuka secara langsung oleh Rektor Universitas Gunung Rinjani, Dr. Basri Mulyani, S.H., M.H. Kehadiran dan pembukaan oleh pimpinan kampus menjadi bagian penting dalam kegiatan edukasi yang mengangkat keselamatan berkendara sekaligus membangun kesadaran mahasiswa sebagai generasi muda pengguna jalan.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan plakat penghargaan kepada Universitas Gunung Rinjani sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan edukasi safety riding. Penyerahan plakat tersebut sekaligus menjadi simbol sinergi dalam mendorong terciptanya budaya keselamatan berlalu lintas di lingkungan kampus.
Seminar ini menghadirkan tiga pemateri dengan latar belakang berbeda, yakni Satria Wiman Jaya, Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Evi Dwi Puspa, S.H., Kanit Kamsel Satlantas Polres Lombok Timur, serta Ahmad Khairy Yulianto, Owner Bale Coffee Sembalun.
Mengusung konsep talkshow interaktif, ketiga pemateri tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah, tetapi mengajak peserta untuk aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mengikuti berbagai kuis yang berlangsung selama seminar.
Konsep tersebut membuat suasana seminar menjadi lebih hidup. Peserta tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat dan menjawab berbagai pertanyaan berdasarkan materi yang dibahas.
Dalam sesi safety riding, Satria Wiman Jaya membahas relevansi antara konsep “berkendara happy” dengan kopi. Ia menjelaskan bahwa kandungan kafein dalam kopi dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan menunda rasa kantuk untuk sementara waktu. Namun, kopi bukan pengganti istirahat dan tidak seharusnya dijadikan solusi utama ketika pengendara sudah mengalami kelelahan atau mengantuk.
Satria juga mengingatkan bahwa konsumsi kopi secara berlebihan perlu dihindari karena dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Karena itu, ketika rasa kantuk muncul saat berkendara, pengendara tetap perlu mengutamakan keselamatan dengan berhenti di tempat yang aman dan beristirahat.
Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan semangat “Jago Cari Aman Biar Happy”, bahwa perjalanan yang menyenangkan tetap harus dibarengi dengan kondisi fisik yang siap, kesadaran, serta keputusan berkendara yang aman.
Sementara itu, Evi Dwi Puspa, S.H., Kanit Kamsel Satlantas Polres Lombok Timur, membawakan materi mengenai etika berlalu lintas. Peserta diajak memahami bahwa keselamatan di jalan bukan hanya mengenai kemampuan mengendarai kendaraan, tetapi juga bagaimana setiap pengguna jalan menghormati pengguna jalan lainnya, menaati aturan, menjaga perilaku, dan bertanggung jawab terhadap keselamatan bersama.
Materi etika lalu lintas juga dikemas melalui diskusi dan pertanyaan yang dekat dengan aktivitas berkendara sehari-hari, sehingga peserta dapat menghubungkan materi dengan situasi yang mereka temui di jalan.
Sementara itu, Ahmad Khairy Yulianto, Owner Bale Coffee Sembalun, memberikan perspektif berbeda melalui pembahasan mengenai 7 prinsip kopi. Materi tersebut menjadi bagian yang memperkuat tema “Secangkir Kopi Sejuta Mimpi”, dengan mengajak peserta mengenal kopi tidak hanya sebagai minuman, tetapi juga sebagai bagian dari proses, pengalaman, kreativitas, interaksi, dan perjalanan dalam mewujudkan berbagai mimpi.
Perpaduan tiga materi tersebut membuat seminar memiliki konsep yang unik. Keselamatan berkendara, etika berlalu lintas, dan budaya kopi dipertemukan dalam sebuah talkshow yang dikemas santai, interaktif, dan dekat dengan kehidupan generasi muda.
Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi kuis interaktif berlangsung. Berbagai pertanyaan diberikan berdasarkan materi yang telah disampaikan oleh para pemateri. Peserta yang aktif menjawab dan berhasil memenangkan kuis mendapatkan berbagai hadiah yang telah disiapkan.
Pemberian hadiah menjadi salah satu cara untuk mendorong peserta agar lebih aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sekaligus mengingat kembali pesan-pesan keselamatan berkendara yang telah disampaikan.
Setelah seluruh rangkaian seminar selesai, kegiatan ditutup dengan suasana yang lebih santai. Seluruh peserta mendapatkan kopi gratis sesuai dengan konsep utama kegiatan, “Secangkir Kopi Sejuta Mimpi”.
Momen menikmati kopi bersama menjadi penutup yang mempererat interaksi antara peserta, pemateri, dan penyelenggara. Secangkir kopi tidak hanya menjadi sajian penutup, tetapi juga menjadi simbol bahwa sebuah pertemuan dapat menghadirkan pengetahuan, pengalaman, koneksi, dan semangat untuk mewujudkan mimpi.
Melalui kegiatan ini, edukasi safety riding diharapkan dapat semakin dekat dengan generasi muda. Pesan yang dibawa bukan hanya mengenai cara berkendara, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran, etika, kesiapan diri, dan kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya.
Seminar “Secangkir Kopi Sejuta Mimpi” menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, kepolisian, edukasi safety riding, dan pelaku usaha kopi lokal dalam menghadirkan kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan bagi mahasiswa Universitas Gunung Rinjani. (Tim KM MD Astra Motor NTB)
