MATARAM – Gelaran MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, pada 9–11 Oktober 2026, membawa berkah bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Berbagai produk yang mereka jajakan, mulai dari kuliner siap saji, minuman, merchandise, dompet, hingga produk tenun khas NTB, dilaporkan ludes terjual selama ajang balap motor internasional tersebut.
Antusiasme pengunjung yang tinggi membuat sejumlah pelaku UKM harus menambah stok produk hingga dua sampai tiga kali. Namun, tambahan persediaan tersebut tetap habis diburu pembeli.
Hal ini menjadi kabar menggembirakan bagi para pelaku UKM yang memanfaatkan momentum MotoGP Mandalika sebagai ajang promosi sekaligus meningkatkan penjualan produk lokal.
Salah satu cerita menarik datang dari UKM asal Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pelaku usaha tersebut mengungkapkan bahwa keikutsertaannya pada MotoGP 2026 menjadi pengalaman paling ramai dibandingkan lima kali keikutsertaannya sejak gelaran MotoGP Mandalika pertama pada 2022.
“Sejak pertama kali mengikuti MotoGP pada 2022, tahun 2026 ini menjadi yang paling ramai,” ungkap pelaku UKM tersebut saat menyampaikan kesan dan pengalamannya.
Untuk mengetahui secara langsung dampak penyelenggaraan MotoGP terhadap pelaku usaha, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, H. Wirawan Ahmad, meminta keterangan dari sekitar 17 UKM yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Senin (12/10/2026).
Dalam kesempatan itu, para pelaku UKM menyampaikan kesan, pesan, serta pengalaman mereka selama mengikuti dan memeriahkan MotoGP Mandalika 2026. Berbagai tanggapan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk melihat manfaat kegiatan berskala internasional bagi pengembangan usaha dan pemasaran produk lokal NTB.
Keberhasilan produk kuliner, merchandise, dan kerajinan tenun terserap pasar menunjukkan besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan UKM lokal dalam setiap penyelenggaraan event besar di NTB.
Momentum ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pelaku UKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, menjaga ketersediaan stok, memperkuat kemasan, serta meningkatkan pelayanan kepada konsumen.
Bagi UKM NTB, MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang olahraga internasional, tetapi juga peluang strategis untuk memperluas pasar, memperkenalkan produk unggulan daerah, dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha.
Diskop UKM NTB terus mendorong agar momentum event internasional dapat memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan UKM lokal, sekaligus memperkuat posisi produk unggulan NTB agar semakin dikenal oleh masyarakat luas. (Tim KM Mataram)
