Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengajak para orang tua, khususnya ayah, untuk meluangkan waktu mengantar anak ke sekolah dan membangun komunikasi yang hangat setiap hari. Menurutnya, kehadiran orang tua pada fase awal pendidikan merupakan fondasi penting dalam membentuk rasa percaya diri, kebahagiaan, dan karakter anak. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi pembina upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 di SMP Negeri 3 Mataram dalam rangka Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS), Senin (13/07/2026).
“Harapan kami bukan hanya mengantar anak di hari pertama sekolah. Kalau memungkinkan, luangkan waktu mengantar mereka hingga gerbang sekolah. Kehadiran orang tua pada fase-fase penting kehidupan anak akan membuat mereka merasa didampingi, dicintai, dan memiliki tempat untuk bersandar,” ujar Wali Kota.
Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) merupakan upaya untuk mendorong keterlibatan aktif orang tua, khususnya ayah, dalam mendampingi tumbuh kembang anak sejak hari pertama sekolah. Menurut Wali Kota, perhatian sederhana seperti mengantar anak ke sekolah dapat mempererat ikatan emosional sekaligus memberikan rasa aman dalam menjalani proses belajar.
H. Mohan Roliskana juga mengimbau para orang tua untuk menyediakan waktu berbincang dengan anak setiap hari. Komunikasi sederhana selama sekitar 15 menit dinilai mampu memperkuat kedekatan emosional sekaligus membantu orang tua memahami perkembangan psikologis putra-putrinya.
“Anak-anak kita membutuhkan afeksi. Luangkan waktu sekitar 15 menit setiap hari untuk mengobrol dengan mereka, tanyakan bagaimana sekolahnya, apa yang mereka sukai, dan apa yang mereka rasakan. Hal sederhana ini memiliki dampak besar terhadap perkembangan mental dan emosional anak,” katanya.
Menurut H. Mohan Roliskana, pada masa pertumbuhan, anak-anak tidak hanya membutuhkan dorongan untuk berprestasi, tetapi juga kebahagiaan, rasa percaya diri, motivasi, serta keyakinan bahwa mereka selalu memiliki orang tua yang hadir, membimbing, dan melindungi mereka. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting agar anak mampu menghadapi berbagai tantangan dan berinteraksi dengan lingkungan sosial secara positif.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan gawai oleh anak. Pendampingan keluarga dinilai menjadi kunci agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan nilai-nilai etika dan karakter.
Orang nomor satu di Kota Mataram tersebut juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada keluarga, tetapi juga pada sekolah sebagai lingkungan kedua bagi anak. Karena itu, ia berharap para guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga menjadi teladan dalam menanamkan adab, keikhlasan, dan integritas kepada peserta didik.
“Kalau guru hanya mentransfer ilmu, suatu saat teknologi mungkin bisa melakukannya. Tetapi adab, keteladanan, dan keikhlasan dalam mendidik tidak akan pernah bisa digantikan. Itulah yang akan membentuk karakter anak-anak kita,” tegasnya.
Kepada para siswa baru, Wali Kota berpesan agar menghormati guru dan kakak kelas serta menjadikan MPLS sebagai momentum untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun persahabatan, dan menumbuhkan karakter yang baik. Sementara kepada para siswa senior, ia mengingatkan agar menjadi teladan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan.
Menutup sambutannya, Wali Kota menyampaikan optimisme bahwa kolaborasi yang kuat antara keluarga dan sekolah akan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, beradab, dan tangguh menghadapi perkembangan zaman. Ia berharap SMP Negeri 3 Mataram terus menjadi sekolah yang melahirkan generasi berprestasi dan membanggakan Kota Mataram. (Tim KM Mataram)
