Mataram – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram terus memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Advokasi Program Edukasi Pembudayaan Keamanan Pangan bagi Penerima Manfaat MBG yang diselenggarakan pada Kamis (30/7) di Aula BBPOM di Mataram.
Kegiatan ini dihadiri oleh 20 peserta yang terdiri atas unsur OPD terkait, camat, kepala desa, dan kepala sekolah dari lokus Program MBG di Kabupaten Lombok Barat. Advokasi dilaksanakan untuk membangun komitmen bersama, menyamakan persepsi, serta memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan penyelenggaraan Program MBG yang aman, bermutu, dan memenuhi prinsip keamanan pangan.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, yang menegaskan pentingnya pengawasan yang komprehensif melalui penguatan edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan guna menjamin keamanan pangan pada berbagai program strategis nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai kebijakan Program Edukasi Pembudayaan Keamanan Pangan, penerapan Lima Langkah PASTI Keamanan Pangan dalam penyelenggaraan MBG, pemanfaatan Informasi Nilai Gizi (ING), serta penggunaan aplikasi BPOM Mobile sebagai sarana memperoleh informasi dan mendukung pengawasan obat dan makanan. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya membangun ekosistem kolaborasi antara BPOM, pemerintah daerah, sekolah, dan posyandu sebagai fondasi dalam memperkuat perlindungan kesehatan bagi penerima manfaat Program MBG. Antusiasme peserta tampak dari diskusi yang berlangsung interaktif serta berbagai masukan konstruktif yang disampaikan selama kegiatan.
Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, mengapresiasi tingginya partisipasi peserta sekaligus mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mempererat komunikasi dan kolaborasi dalam menjaga mutu dan keamanan pangan Program MBG.
“Kami sangat terbuka apabila ada saran, keluhan, maupun masukan, terutama terkait Program MBG ataupun hal lain seputar obat dan makanan. Silakan disampaikan melalui layanan pengaduan maupun Berugak Virtual BBPOM di Mataram. Apabila terdapat kendala di lapangan, segera komunikasikan kepada kami agar dapat dikoordinasikan bersama Badan Gizi Nasional. Dengan sinergi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga mutu makanan Program MBG dan mencegah terjadinya keracunan pangan,” ujar Yogi.
Sebagai tindak lanjut, BBPOM di Mataram akan menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) bagi Kader Keamanan Pangan Sekolah dan Posyandu. Para kader tersebut selanjutnya akan mengedukasi siswa di sekolah serta masyarakat di posyandu binaannya guna menumbuhkan budaya keamanan pangan sejak dini. Rangkaian program ini akan ditutup dengan kegiatan monitoring dan evaluasi untuk memastikan implementasi edukasi keamanan pangan berjalan secara efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata.
Melalui penguatan sinergi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat, BBPOM di Mataram berkomitmen mendorong terwujudnya budaya keamanan pangan yang berkelanjutan sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat terlaksana secara aman, bermutu, dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh penerima manfaat. (Tim KM BBPOM)
