Pendamping Desa Berdaya Sedang DISKUSI Kelompok
DPMD NTB adakan Bimbingan Teknik di Hotel Grand Madani Mataram Jalan Udayana tanggal 6-9 April 2026 melibatkan 121 Sumber Daya Manusia atau pendamping program desa berdaya.
Upaya memperkuat peran pendamping desa dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan kembali digencarkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Peningkatan Kapasitas Pendamping Desa Berdaya Transformatif se-Pulau Lombok. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 121 pendamping desa yang berasal dari empat kabupaten dan satu kota, yakni Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, serta Kota Mataram.
BIMTEK ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia para pendamping desa agar mampu menjalankan perannya secara optimal, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan desa yang semakin kompleks di era transformasi sosial dan digital saat ini. Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dari lembaga nasional dan daerah, di antaranya dari Bappenas RI, Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat, organisasi internasional BRAC, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi NTB.
Meningkatkan Peran Strategis Pendamping Desa
Pendamping desa memiliki posisi yang sangat penting dalam mendukung implementasi berbagai program pembangunan di tingkat desa. Mereka tidak hanya bertugas sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial yang mampu mendorong masyarakat desa untuk lebih mandiri dan berdaya. Dalam BIMTEK ini, para peserta dibekali dengan berbagai materi terkait pendekatan pemberdayaan masyarakat, penguatan kapasitas kelembagaan desa, serta strategi intervensi sosial yang transformatif. Pendekatan “berdaya transformatif” sendiri menekankan pada perubahan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Seorang panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendamping desa agar mampu menjadi agen perubahan yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebaran Peserta dari Lima Wilayah di Pulau Lombok
Sebanyak 121 pendamping desa yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai wilayah di Pulau Lombok dengan sebaran sebagai berikut:
- Kabupaten Lombok Utara: 5 desa yang tersebar di 4 kecamatan.
- Kabupaten Lombok Tengah: 7 desa
- Kabupaten Lombok Timur: 7 desa
- Kabupaten Lombok Barat: 5 desa
- Kota Mataram: 4 kelurahan
Keikutsertaan para pendamping dari berbagai wilayah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar daerah dalam upaya pembangunan desa yang lebih merata dan berkeadilan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar pendamping desa, sehingga mereka dapat saling belajar dari praktik terbaik yang telah dilakukan di wilayah masing-masing.
Dukungan Narasumber dari Berbagai Lembaga
Kegiatan BIMTEK ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai instansi yang memiliki peran strategis dalam pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Perwakilan dari Bappenas RI memberikan materi terkait arah kebijakan pembangunan nasional yang berfokus pada penguatan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dalam paparannya, disampaikan bahwa desa memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pembangunan jika didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan sistem yang terintegrasi. Sementara itu, Dinas Sosial Provinsi NTB menekankan pentingnya pendekatan kesejahteraan sosial dalam pembangunan desa, terutama dalam penanganan kelompok rentan seperti keluarga miskin, penyandang disabilitas, dan lansia. Organisasi BRAC, yang dikenal sebagai lembaga internasional yang fokus pada pemberdayaan masyarakat, turut memberikan perspektif global mengenai strategi pemberdayaan berbasis komunitas. Materi yang disampaikan mencakup praktik-praktik terbaik dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Di sisi lain, Dinas Dukcapil Provinsi NTB menyoroti pentingnya administrasi kependudukan dalam mendukung program pembangunan desa. Data kependudukan yang akurat dinilai menjadi kunci dalam perencanaan dan pelaksanaan program yang tepat sasaran.
Fokus pada Transformasi Sosial dan Digital
Salah satu fokus utama dalam BIMTEK ini adalah mendorong transformasi sosial dan digital di tingkat desa. Pendamping desa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas program serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan publik. Dalam sesi diskusi, para peserta juga diajak untuk memahami pentingnya integrasi data dan penggunaan sistem digital dalam pengelolaan program desa. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan. Selain itu, transformasi sosial juga menjadi perhatian utama, di mana pendamping desa didorong untuk mampu mengidentifikasi dan mengatasi berbagai permasalahan sosial yang ada di masyarakat, seperti kemiskinan, ketimpangan, dan keterbatasan akses terhadap layanan dasar.
Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan
Para peserta BIMTEK menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti kegiatan ini. Mereka aktif berpartisipasi dalam diskusi, berbagi pengalaman, serta menggali berbagai solusi atas permasalahan yang dihadapi di lapangan. Salah satu peserta dari Kabupaten Lombok Tengah menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka sebagai pendamping desa. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Hal senada juga disampaikan oleh peserta dari Kota Mataram yang menilai bahwa BIMTEK ini memberikan wawasan baru, khususnya terkait pendekatan transformatif dalam pemberdayaan masyarakat.
Mendorong Kolaborasi dan Sinergi
BIMTEK ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas individu pendamping desa, tetapi juga untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta jejaring kerja yang solid antar pendamping desa di seluruh Pulau Lombok. Dengan demikian, mereka dapat saling mendukung dan berkolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Kegiatan BIMTEK Peningkatan Kapasitas Pendamping Desa Berdaya Transformatif se-Pulau Lombok menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran pendamping desa sebagai agen perubahan. Dengan melibatkan 121 pendamping dari berbagai wilayah serta menghadirkan narasumber kompeten, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pembangunan desa di Pulau Lombok. Ke depan, peningkatan kapasitas pendamping desa perlu terus dilakukan secara berkelanjutan, seiring dengan dinamika dan tantangan pembangunan yang terus berkembang. Dengan pendamping desa yang kompeten dan berdaya, cita-cita untuk mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil. tutup Supri karyadi KABID DPMD NTB.
