Skip to content
Kampung Media
Kampung Media

Kampung Media

penghargaan-kampung-media
Primary Menu
  • Inspirasi Kampung

Dari Tukang Sapu Menjadi Pemilik Perusahaan

adminkampung October 25, 2025 2 minutes read

Di sebuah kota kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Rafi. Ia lahir di keluarga yang sangat miskin — ayahnya hanya buruh bangunan, dan ibunya berjualan gorengan di pinggir jalan. Sejak kecil, Rafi sudah terbiasa hidup sederhana. Kadang ia harus menahan lapar karena tidak ada uang untuk membeli makanan.

Namun, satu hal yang tidak pernah hilang dari Rafi adalah semangat dan kejujurannya. Ia selalu percaya bahwa kemiskinan bukan alasan untuk menyerah.

Awal Perjalanan

Setelah lulus SMA, Rafi tidak mampu melanjutkan kuliah. Ia pun bekerja sebagai tukang sapu di sebuah kantor kecil di kotanya. Setiap hari ia berangkat pagi-pagi, menyapu halaman, mengepel lantai, dan membersihkan toilet. Meskipun pekerjaannya sederhana, ia melakukannya dengan hati dan tanggung jawab.

Suatu hari, pemilik kantor memperhatikan ketekunan Rafi. Ia heran, mengapa seorang tukang sapu bisa bekerja dengan begitu rapi dan tulus. Sang pemilik pun memanggil Rafi dan mulai berbincang dengannya.

“Rafi, kamu punya mimpi apa dalam hidupmu?” tanya sang pemilik.

Rafi menjawab, “Saya ingin punya usaha sendiri, Pak. Tapi saya belum tahu harus mulai dari mana.”

Pemilik kantor itu pun memberinya buku tentang bisnis kecil-kecilan dan memintanya untuk membaca di waktu luang.

Belajar dan Berusaha

Setiap malam, setelah bekerja, Rafi membaca buku itu dengan tekun. Ia mulai memahami tentang manajemen keuangan, pelayanan pelanggan, dan cara berpikir seorang pengusaha. Dari sana, muncul ide untuk berjualan minuman dingin di depan kantor tempat ia bekerja.

Dengan modal kecil hasil menabung dari gajinya sebagai tukang sapu, ia mulai berjualan es teh dan jus buah. Tak disangka, minumannya disukai banyak orang, terutama karyawan kantor. Dalam beberapa bulan, usahanya berkembang. Ia menambah menu dan memperkerjakan satu orang teman.

Perubahan Besar

Tahun demi tahun berlalu. Rafi tak berhenti belajar dan berinovasi. Ia membuka gerai minuman di beberapa tempat, lalu mulai membuat merek sendiri. Kini, usaha minumannya terkenal di berbagai kota, dan ia mempekerjakan ratusan karyawan.

Suatu hari, ia kembali ke kantor lama — bukan sebagai tukang sapu, tapi sebagai rekan bisnis. Orang-orang terkejut melihat betapa jauh perjalanan hidupnya.

“Saya dulu menyapu di sini,” katanya sambil tersenyum, “dan dari tempat inilah saya belajar arti kerja keras.”

Pesan Moral

Kisah Rafi mengajarkan bahwa:

  • Tidak ada pekerjaan yang hina jika dilakukan dengan jujur.

  • Kemiskinan bukan takdir akhir, tapi awal perjuangan.

  • Kesempatan bisa datang kapan saja bagi mereka yang mau belajar dan berusaha.

About the Author

adminkampung

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: 5 Mahar Pernikahan yang Dilarang dalam Islam, Calon Pengantin Perhatikan Ya!
Next: Kisah Tukang Sampah yang Jadi Pengusaha Sukses: Kisah Gunardi dari Bandung

Berita Terkait

nispu
3 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Amalan dan Keutamaan Nisfu Syaban

adminkampung February 2, 2026 0
Screenshot 2026-02-02 224802
2 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Empat Nasihat Abadi Ali Bin Abi Thalib

adminkampung February 2, 2026 0
suami istri
2 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Saat Keinginan Bercerai Datang, Berhentilah Sejenak dan Renungkan Ini

adminkampung January 31, 2026 0

Baca juga

himawan
2 minutes read
  • Indeks

Cetak Mimpi Jadi Nyata! Siswa MAN 2 Mataram “Panaskan Mesin” Wirausaha di PLUT NTB

adminkampung February 4, 2026 0
saza
2 minutes read
  • Indeks

PLUT NTB Gaspol! Dari Sablon hingga Baking Lebaran, UKM Diajak Naik Kelas dan Panen Cuan

adminkampung February 4, 2026 0
IMG_20260105_184926
2 minutes read
  • Pendidikan

Mahasiswa KKN PMD UNRAM Dorong Penghijauan dan Desa Ekonomi Kreatif di Desa Bonder

Lalu Rosmawan February 4, 2026 0
x1770114334_IMG-20260203-WA0026.jpg.pagespeed.ic.9w3FsM4859
2 minutes read
  • Pemerintahan

Badan Kerja Sama Provinsi Kepulauan Dorong Percepatan RUU Daerah Kepulauan ke DPR RI

adminkampung February 3, 2026 0

SEKRETARIAT

Jl.Banda Sraya Gg.sakura No.5 Pondok Indah Kel.Pagutan Barat Kota Mataram
Nomor Kontak: 089637675034
Email: kampungmedia2008@gmail.com

Konsultan Media: Lombok Inisiatif – Akta Notaris Nomor 135 tanggal 14 Maret 2015.
Alamat: Jalan Bhanda Sraya 23 Griya Pagutan Indah Mataram.

REDAKSI
Publisher VIP (Visual Informasi & Publikasi) PRODUCTION & Lombok Kreatif.

Chief Executive Officer:
Asrobi Abdihi
Chief of Content:
Fakhrul Azhim
Manager Operations / Editor in Chief : Afifudin
Sekretaris Redaksi: Neneng Pebriana

TIM REDAKSI
Kepala Kampung / Pemred :
Asrobi Abdihi
Redaktur Pelaksana :
Fakhrul Azhim
Editor Senior : Ncep
Editor: Abdi, Achim Nadfia,
Reporter: Muhammad Safwan, Jumaili, Ncep

DEWAN PAKAR
Suaeb Qury, S.H.I.

KONTRIBUTOR
1. Muhammad Safwan (Kota Mataram)
2. Jumaili (Lombok Tengah)
3. Hasan Karing ( KM Brang Ene Sumbawa)
4. Adi Pradana (Kab.Bima)
5. Opick Manggelewa. KM Manggelewa (Dompu)
6. Joko KM Panto daeng Sumbawa
7. Ryan KM Gempar Bima
8. Faidin (KM kempo) Dompu
9. Alimuddin (KM Maluk) KSB
10. Randal Patisamba (KM Rampak Nulang)
11. Ibrahim Arifin (KM Rensing Bat) Lotim
12. Yakub (KM SasakTulen) Lobar
13. Alamsyah (KM Tembe Nggoli) Bima
14. M. Hariyadin (KM. Sarei Ndai Kota Bima
15. Andre Kurniawan (KM.Masbagik) Lotim
16. Ali Nurdin (KM. Taliwang) Sumbawa
17. Hajrul Azmi ( KM. Sajang Bawak Nao ) Loteng
18. Desa Wisata Masmas Loteng
19. Abdul Satar Lobar
20. Nurrosyidah Yusuf
21. Masyhuri (sambang kampung),
22. Joko Pitoyo,
23. Asep KM Lobar,
24. Abu Ikbal,
25. Romo.
26. Alin
27. Tawa,
28. Andi Mulyan Mataram,
29. Asri (KM Sukamulia),
30. Efan (Kampung Media Lengge Wawo-Bima)
31. Aulia Abdiana

Copyright © Kampung Media. | MoreNews by AF themes.