Lotim — Ujian hidup terkadang datang menyapa dengan cara yang tak terduga. Hal inilah yang kini tengah dirasakan oleh dua bersaudara yatim piatu di Desa Wanasaba Lauk, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur.
Sebuah musibah kebakaran pada Sabtu siang (14/2/2026) lalu, telah menghanguskan gubuk sederhana yang selama ini menjadi tempat mereka berteduh dan merajut mimpi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WITA tersebut melalap habis rumah milik Suryadi (21). Saat api mulai menari di atap bangunan semi-permanen itu, sang kakak tengah berjuang mencari nafkah sebagai buruh tani. Meski tim pemadam kebakaran telah dikerahkan, api bergerak begitu cepat, menyisakan puing-puing dan duka yang mendalam bagi sang kakak dan adiknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
Di tengah abu sisa kebakaran, titik terang mulai muncul dari kepedulian sesama. Pada Selasa (17/2/2026), TGH. Habiburrahman, Lc, selaku Ketua MUI Lombok Timur sekaligus pengurus Masjid Besar At-Taqwa Wanasaba, hadir membawa kesejukan. Beliau menyerahkan bantuan awal yang dihimpun dari ketulusan hati para jemaah.
“Ini adalah kewajiban kita bersama untuk membantu. Apalagi mereka telah kehilangan tempat tinggal satu-satunya. Insya Allah, kami akan terus berupaya mendampingi mereka,” tutur Tuan Guru dengan nada lembut penuh ketulusan.
Melanjutkan estafet kebaikan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur hadir memberikan sandaran pada Jumat (20/2/2026). Wakil Ketua 2 Baznas Lotim, Dr. H. M. Hamidi, turun langsung menyerahkan paket bantuan darurat senilai total Rp 2,1 Juta.
Bantuan tersebut terdiri dari uang tunai sebesar Rp 1,6 Juta, beras 10 kg, serta paket sembako dan roti. Dr. Hamidi menjelaskan bahwa bantuan ini adalah langkah awal yang bersifat responsif untuk memenuhi kebutuhan mendesak korban, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
“Kami hadir dengan bantuan sementara ini agar bisa meringankan beban harian mereka. Terkait perbaikan rumah, kami sedang mengupayakan koordinasi dengan Baznas RI. Namun jika ada kendala, Baznas Lotim siap mengupayakan melalui program MAHYANI (Rumah Layak Huni). Intinya, kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendirian menghadapi musibah ini,” ungkap Dr. Hamidi dengan penuh kesungguhan.
Langkah cepat ini pun mendapat apresiasi mendalam dari Camat Wanasaba, Arfany M. Masany, S.STP, MH. Beliau merasa syukur atas sinergi yang terbangun antara tokoh agama, lembaga zakat, dan pemerintah kecamatan.
“Terima kasih kepada Baznas Lotim yang telah merespon cepat. Harapan kita semua, semoga proses pembangunan kembali rumah kedua anak kita ini bisa segera terealisasi melalui kerja sama dengan BPBD dan Dinas Perkim,” harap Camat Arfany dengan senyum penuh rasa syukur.
Kini, meski rumah telah rata dengan tanah, dua anak yatim piatu di Wanasaba Lauk ini perlahan mulai bangkit. Melalui uluran tangan yang penuh kasih, mereka diingatkan kembali bahwa di balik setiap musibah, selalu ada kebaikan yang menanti untuk memulihkan keadaan.
