LOMBOK TIMUR – Transformasi digital mulai membuka peluang baru bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Keselet Karya di Dusun Keselet, Desa Pringgajurang Utara, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur. Melalui program pengabdian kepada masyarakat Universitas Mataram, anggota KWT yang sebelumnya mengandalkan pemasaran secara konvensional kini mulai memanfaatkan media sosial dan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk keripik jamur tiram.
Kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan selama enam bulan oleh tim dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, dengan fokus pada penguatan pemasaran digital, pengembangan identitas merek, peningkatan kemampuan pengelolaan usaha, serta pengembangan pasar produk keripik jamur tiram.
Program ini berangkat dari kondisi KWT Keselet Karya yang sebenarnya telah memiliki produk olahan berbasis komoditas lokal dengan potensi ekonomi yang cukup besar. Sebelum pendampingan, Persoalan utama yang dihadapi bukan hanya pada produksi, tetapi juga pada aspek pemasaran dan manajemen usaha. Produk belum memiliki identitas merek yang kuat, kemasan masih menggunakan plastik polos, belum terdapat pemanfaatan media sosial maupun marketplace untuk promosi dan penjualan, serta pencatatan keuangan usaha belum dilakukan secara sistematis.
Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian menerapkan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA). Anggota KWT tidak ditempatkan hanya sebagai penerima program, tetapi dilibatkan secara aktif mulai dari identifikasi masalah, penentuan kebutuhan, pelaksanaan pelatihan hingga evaluasi. Sebanyak 15 anggota aktif KWT Keselet Karya menjadi sasaran kegiatan.
Pelatihan dilakukan dengan metode learning by doing, sehingga peserta langsung mempraktikkan materi menggunakan smartphone masing-masing. Materi mencakup standardisasi mutu dan kemasan, pencatatan usaha menggunakan Google Sheets, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), penentuan harga jual, pembuatan akun bisnis media sosial, pembuatan konten promosi, penyusunan caption, penggunaan hashtag, hingga pengelolaan etalase marketplace.
Salah satu hasil penting dari kegiatan ini adalah terbentuknya identitas merek produk keripik jamur tiram KWT Keselet Karya. Tim bersama anggota KWT mengembangkan nama merek, logo, desain kemasan, serta informasi produk yang dapat digunakan sebagai bagian dari strategi pemasaran. Proses desain menggunakan aplikasi Canva agar anggota KWT dapat melakukan pembaruan desain secara mandiri setelah program pendampingan selesai.
Perubahan juga terjadi pada aspek pemasaran digital. KWT Keselet Karya kini telah memiliki akun bisnis Instagram yang digunakan untuk menampilkan proses produksi dan informasi pemesanan. Perubahan lainnya terlihat dari mulai masuknya pesanan melalui kanal digital. Setelah pendampingan, KWT mencatat sekitar 2–6 pesanan digital per bulan pada bulan ketiga setelah pendampingan dimulai.
Program ini juga memberikan dampak sosial yang penting bagi pemberdayaan perempuan di perdesaan. Hasil evaluasi menunjukkan 86,7 persen peserta merasa mampu mengelola akun media sosial KWT secara mandiri, sementara 80 persen menyatakan bersedia menjadi kader digital bagi kelompok tani lainnya di desa.
Untuk menjaga keberlanjutan program, tim pengabdian bersama KWT membentuk kader digital yang terdiri atas tiga anggota, menyusun SOP pengelolaan media sosial dan marketplace, menyediakan modul pelatihan, serta membangun komunikasi lanjutan melalui WhatsApp. Tim juga menjajaki kemitraan dengan BUMDes Desa Pringgajurang Utara untuk mendukung perluasan distribusi produk.
Ketua KWT Keselet Karya, Ibu Diana, bersama seluruh anggota KWT menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Kegiatan ini didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram melalui Skema Pengabdian Internal Universitas Mataram Tahun Anggaran 2026.
Pendampingan ini menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM perdesaan tidak selalu harus dimulai dengan teknologi yang kompleks. Pemanfaatan smartphone, media sosial, aplikasi desain sederhana, pencatatan digital, dan marketplace dapat menjadi langkah awal bagi kelompok usaha perempuan untuk memperluas akses pasar.
Bagi KWT Keselet Karya, transformasi tersebut bukan sekadar membuat akun media sosial, tetapi menjadi langkah menuju pengelolaan usaha yang lebih terstruktur, memiliki identitas produk, mampu menghitung biaya produksi, serta memiliki peluang menjangkau konsumen di luar wilayah desa.
Melalui kegiatan ini, Universitas Mataram terus mendorong agar hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat perdesaan dan meningkatkan daya saing produk lokal.
