Skip to content
Kampung Media
Kampung Media

Kampung Media

penghargaan-kampung-media
Primary Menu
  • Artikel/Opini

DPRD NTB Dibakar: Suara Rakyat atau Amarah yang Salah Arah?

Lalu Rosmawan November 20, 2025 3 minutes read

Insiden pembakaran gedung DPRD NTB pada 30 Agustus 2025 benar benar jadi salah satu kejadian paling heboh di daerah. Ribuan massa dari berbagai kelompok, mulai dari mahasiswa sampai komunitas ojek online turun ke jalan buat meluapkan kekecewaan mereka. Isunya sangat serius mulai dari kenaikan gaji DPR RI yang dianggap tidak masuk akal sampai kasus meninggalnya Afan Kurniawan, driver ojol yang tewas saat demo di Jakarta.

 

Bagi sebagian orang, kejadian ini mungkin terlihat seperti “puncak kekesalan rakyat.” Tapi kalau kita lihat lebih dalam, aksi seperti ini justru bikin kita bertanya: ini benar-benar suara rakyat, atau cuma amarah yang nggak tahu arah?

 

Sebagai mahasiswa, kita paham banget kalau menyampaikan pendapat itu penting. Kita punya hak menyuarakan apa yang kita rasa itu salah. Tapi ketika kritik berubah jadi tindakan destruktif, semuanya jadi blur. Pesan baik bisa tenggelam di tengah asap dan kobaran api.

 

“kerugian dari kebakaran itu diperkirakan sampai puluhan miliar rupiah dan bahkan ada satu gedung yang ludes” ujar Muhammad Erwan, Kabag Umum & Humas Sekretariat DPRD NTB. Begitu informasi ini keluar, publik langsung fokus ke besarnya kerugian dan skala kerusakan bukan lagi ke isi tuntutan yang sebenarnya ingin disampaikan massa.

 

Masalahnya, aksi pembakaran justru sering membuat inti tuntutan tidak lagi didengar. Yang jadi sorotan bukan lagi “apa yang diperjuangkan,” tapi “siapa yang membakar.” Jadinya fokus masyarakat bergeser, dan perjuangan itu sendiri nggak sampai ke meja diskusi. Ironi banget, kan?

 

Di sisi lain, kejadian ini juga menampar wajah pemerintah daerah. Kenapa sampai terjadi sefrontal itu? Apakah saluran aspirasi selama ini benar-benar tidak bekerja? Apakah masyarakat sudah berkali-kali bicara tapi cuma dijawab formalitas? Kalau iya, berarti ada yang salah dalam hubungan antara pemerintah dan warganya. Gedung DPRD memang milik negara, tapi rasa kepemilikan rakyat terhadap kebijakan yang dibuat di dalamnya mungkin sudah lama hilang.

 

Tapi tetap: kekecewaan tidak boleh jadi alasan pembenaran kekerasan. Demokrasi itu ruang dialog, bukan ruang bakar-bakaran.

 

Justru di sinilah posisi mahasiswa menjadi penting. Kita harus bisa menunjukkan bahwa suara keras tidak selalu harus identik dengan tindakan anarkis. Kita bisa turun ke jalan, bisa bikin kajian, bisa bikin diskusi publik, bisa menulis opini seperti ini. Banyak cara untuk ngomong kencang tanpa harus memadamkan api demokrasi dengan… api beneran.

 

Dan pemerintah? Mereka juga harus belajar dari kejadian ini. Jangan cuma fokus mencari siapa pelaku, lalu selesai. Ada perasaan publik yang jauh lebih besar dari itu. Rakyat marah bukan dalam semalam. Ada akumulasi kekecewaan yang mungkin diabaikan terlalu lama.

 

Akhirnya, kejadian pembakaran gedung DPRD NTB ini harus jadi pengingat bersama:

kritik itu penting, tapi harus tepat arah; aspirasi itu harus didengar, tapi harus juga disampaikan dengan cara yang sehat.

 

Jika keduanya berjalan dengan baik, nggak perlu ada api untuk membuat pemerintah mau memperhatikan kita . Dan kita sebagai mahasiswa, masyarakat umum, sampai pejabat pun semua bisa duduk bareng untuk nyari solusi, bukan mencari masalah.

Penulis: Husnul Umniati NIM 240301006 (Mahasiswi UIN Mataram prodi komunikasi Penyiaran islam)

About the Author

Lalu Rosmawan

Author

View All Posts

Post navigation

Previous: BMKG Perkuat Pengurangan Resiko Bencana Lewat Program MOSAIC
Next: PMR SMAN 1 PRAYA TENGAH Wujud Aksi Nyata Relawan Gelar hiking dan PP SAR AIR

Berita Terkait

IMG-20260122-WA0243
3 minutes read
  • Artikel/Opini

KAMMI LOTIM Mengecam Keras Tindakan Represifitas dan Mendesak POLDA NTB untuk Mengevaluasi KAPOLRES LOTIM

Lalu Rosmawan January 22, 2026 0
IMG-20260117-WA0197
3 minutes read
  • Artikel/Opini
  • Pendidikan

Mahasiswa KKN Desa Lelong Gelar Posyandu Ternak, Dorong Ekonomi Hijau di Desa Lelong

Lalu Rosmawan January 17, 2026 0
IMG-20260113-WA0030
2 minutes read
  • Artikel/Opini

Dorong Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN UNRAM Sosialisasi Pupuk Cair dan Pestisida Nabati di Teniga

Lalu Rosmawan January 13, 2026 0

Baca juga

1dede1d0-180a-4782-ab85-c694175f46de
2 minutes read
  • Ekonomi

GELONTORKAN Rp250 JUTA! Dana Pembinaan Bank Mandiri Resmi Disalurkan, Pemprov NTB Gaspol Koperasi Merah Putih untuk Pemerataan Ekonomi Desa

adminkampung February 5, 2026 0
ee9905d1-dcc2-441c-9f1d-d09647cedaca
2 minutes read
  • Ekonomi

Gaspol Ikuti Arahan Presiden Prabowo, Pemprov NTB Tancap Gas Percepat Koperasi Merah Putih Bangkitkan Ekonomi Desa

adminkampung February 5, 2026 0
627182855_2068093757312354_7510932060455150806_n
2 minutes read
  • Pendidikan

Sulam Pita Menjadi Peluang Emas, Ibu-Ibu NTB Kreasikan Tote Bag Bernilai Ekonomi

adminkampung February 5, 2026 0
cookis
3 minutes read
  • Pendidikan

Hari Ketiga Outing Class MAN 2 Mataram: Dari Dapur PLUT, Lahir Calon Wirausaha Muda Coklat Cookies

adminkampung February 5, 2026 0

SEKRETARIAT

Jl.Banda Sraya Gg.sakura No.5 Pondok Indah Kel.Pagutan Barat Kota Mataram
Nomor Kontak: 089637675034
Email: kampungmedia2008@gmail.com

Konsultan Media: Lombok Inisiatif – Akta Notaris Nomor 135 tanggal 14 Maret 2015.
Alamat: Jalan Bhanda Sraya 23 Griya Pagutan Indah Mataram.

REDAKSI
Publisher VIP (Visual Informasi & Publikasi) PRODUCTION & Lombok Kreatif.

Chief Executive Officer:
Asrobi Abdihi
Chief of Content:
Fakhrul Azhim
Manager Operations / Editor in Chief : Afifudin
Sekretaris Redaksi: Neneng Pebriana

TIM REDAKSI
Kepala Kampung / Pemred :
Asrobi Abdihi
Redaktur Pelaksana :
Fakhrul Azhim
Editor Senior : Ncep
Editor: Abdi, Achim Nadfia,
Reporter: Muhammad Safwan, Jumaili, Ncep

DEWAN PAKAR
Suaeb Qury, S.H.I.

KONTRIBUTOR
1. Muhammad Safwan (Kota Mataram)
2. Jumaili (Lombok Tengah)
3. Hasan Karing ( KM Brang Ene Sumbawa)
4. Adi Pradana (Kab.Bima)
5. Opick Manggelewa. KM Manggelewa (Dompu)
6. Joko KM Panto daeng Sumbawa
7. Ryan KM Gempar Bima
8. Faidin (KM kempo) Dompu
9. Alimuddin (KM Maluk) KSB
10. Randal Patisamba (KM Rampak Nulang)
11. Ibrahim Arifin (KM Rensing Bat) Lotim
12. Yakub (KM SasakTulen) Lobar
13. Alamsyah (KM Tembe Nggoli) Bima
14. M. Hariyadin (KM. Sarei Ndai Kota Bima
15. Andre Kurniawan (KM.Masbagik) Lotim
16. Ali Nurdin (KM. Taliwang) Sumbawa
17. Hajrul Azmi ( KM. Sajang Bawak Nao ) Loteng
18. Desa Wisata Masmas Loteng
19. Abdul Satar Lobar
20. Nurrosyidah Yusuf
21. Masyhuri (sambang kampung),
22. Joko Pitoyo,
23. Asep KM Lobar,
24. Abu Ikbal,
25. Romo.
26. Alin
27. Tawa,
28. Andi Mulyan Mataram,
29. Asri (KM Sukamulia),
30. Efan (Kampung Media Lengge Wawo-Bima)
31. Aulia Abdiana

Copyright © Kampung Media. | MoreNews by AF themes.