Mapel TBSM Dihapus, Bengkel Astra  Motor Sriwijaya Akan Cari Kerjasama Model Baru

Tahun ajaran 2022 – 2023, SMK 7 Mataram yang berlokasi di Jalan TGH Lopa Mataram sudah tidak akan lagi menerima siswa baru jurusan TBSM (Tehnik Bisnis Sepeda Motor) bahkan seterusnya . hal ini dikarenakan adanya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Bidang SMK Dikbud NTB sejak tahun ajaran baru 2021/2022 meluncurkan kebijakan refocusing pada program keahlian di SMK tentang perubahan beberapa SMKN kejuruan di NTB menjadi SMKN Center Of Excellence (CoE) BIdang ekonomi Kreatif, secara otomatis akan menghilangkan sejumlah mata pelajaran seperti TBSM. (23/06/2022)

Ahmad Saprin,ST (Kepala Bengkel SMKN 7 Mataram)

Kepala Bengkel SMKN 7 Mataram  Ahmad Saprin ST membenarkan adanya perubahan tersebut , Ia pun tidak tahu apakah masih menjadi guru di SMK 7 Mataram atau balik lagi ke SMK 1 Gunung Sari tempat dia mengajar TBSM dulu.

“ Tahun ini kami tidak menerima ajaran baru, karena  adanya core rekayasa teknik ekonomi kreativ, jadi tahun besok tidak ada TBSM, 2023 ditiadakan seterusnya, barang barang yg tersisa urusan dan wewenang dinas mau diapakan, kemungkinan menurut saya akan dipindahkan ke sekolah yang membuka jurusan TBSM terdekat”. Ujar Saprin

Sebelumnya Kata Saprin, SMK 7 Mataram dari awal tahun 2015, sudah MoU dengan honda, sejak Dia dimutasi dari SMK Gunungsari  sudah ada bekerja sama. Dan Dirinya satu-satunya guru yang pegang jurusan TBSM.

Sambung Saprin di SMK 7 Mataram, Mata pelajaran TBSM memiliki 3 komponen utama kelistrikan, casis dan mesin. Dari 3 komponen itulah dikembangkan lagi, misalnya untuk kelistrikan, ada kelistrikan Body, kelistrikan beban, kelistrikan mesin, sistem  pengapian,suspensi termasuk dalam sistem rangka dan materi-materinya disesuaikan dengan materi kurikulum yang diberikan oleh Astra Motor.

Hayaturrahman (Kepala Bengkel Astra Motor Sriwijaya)

“Pelajaran yg dikhususkan di jurusan TBSM selain yang tadi, Sempat maple (Mata Pelajaran)  pendukung, kita buat semacam pelajaran mulok, yang pertama adalah las, dibengkel tidak lepas dari las,kemudian ada ekstrakurikuler khusus TBSM”. Tutur Saprin

Sementara itu Kepala Bengkel  Astra Motor Sriwijaya Hayaturrahman saat ditemui mengatakan sebelumnya pernah dinformasikan ke pihak Bengkel Astra Motor Sriwijaya bahwa akan ada penghapusan TBSM. Tidak ada lagi Kurikulum TBSM di sejumlah sekolah SMKN akibat refocusing termasuk SMKN 7 Mataram akan menjadi sekolah kejuruan Ekonomi Kreatif, Pihak Astra Motor Sriwijaya akan tetap berkoordinaisi dengan pihak SMKN 7 Mataram apakah kerjasama akan tetap dilanjutkan terutama kerjasama Unit Produksi  dalam hal Cuci Motor dan Service walaupun secara jurusan TBSM sudah tidak ada.

“Kita dari Bengkel Astra Motor Sriwijaya akan coba koordinasikan kembali dengan pihak sekolah, walaupun sudah tidak ada lagi pelajaran TBSM, mungkin dengan adanya Unit Produski yang sudah jalan , kerjasamanya bisa dilanjutkan atau kerjasama dalam bentuk lain”. Ujar Hayat

Sambung Hayat, Selain kerjasama dengan SMKN 7 Mataram , Bengkel Astra Motor Sriwijaya kerjasama juga dengan SMK Darul Quran Bengkel Lombok Barat. Disana sudah terdapat post atau bengkel dan standby satu orang tenaga mekanik  yang akan memberikan pelayanan service untuk masyarakat wilayah bengkel dan sekitarnya baik service ringan maupun service gratis bagi  pembelian motor baru. (Tim KM Mataram)

Leave a Reply

Your email address will not be published.