Naskah dan Foto diambil dari FB πππππ« ππππππ¬
πππππ« ππππππ¬-Warige adalah produk budaya yang sarat makna. Bagi Masyarakat Sasak di Lombok, warige tidak hanya metode perhitungan astronomi tradisional tetapi juga sebagai identitas.
Sebagai sistem astronomi, warige berdasarkan pada perhitungan bintang, bulan, termasuk membaca tanda alam.
Alat yang digunakan berupa papan-papan persegi panjang dengan sejumlah titik di bidangnya yang berfungsi sebagai βtanda bacaβ.
Warige secara umum sebagai acuan dalam melihat pertanda dan perilaku tertentu dengan berpatokan pada gejala bintang, tanaman dan hewan.
Hasil pembacaan warige kemudian mereka pakai sebagai panduan masyarakat Sasak dalam beraktivitas. Secara garis besar dalam warige Sasak berisikan :
1. Membaca tanda/ciri tabiat manusia.
2. Menghitung masa: jelo (hari), isjulan (bulan), taun (tahun) dan windu.
3. Menentukan waktu yang bagus (ayu), waktu yang jelek (ale) dan perhitungan waktu yang kosong (mengkem).
4. Hal pewukuan (pewukon) yaitu tentang perhitungan dari setiap kelideran (siklus) setiap 7 (tujuh) hari. Banyaknya wuku itu ada 30 (tiga puluh).
5. Menentukan waktu baik mulai membangun dan menggunakan rumah (bale), lumbung (samoi), dapur (pawon), munik sawah (mencetak); membuat/menempati pekarangan untuk rumah dan lain-lain.
6. Menentukan waktu menerima ilmu pedukunan (belian), membuat obat-obatan).
7. Hal mencari ilmu kesaktian (kejayaan).
8. Hal membuat daya kekuatan mantra (doa) ilmu gaib (bejariq ilmu).
9. Hal meminang dan mengambil gadis untuk dikawini (merarik).
10. Hal begawe adat (pesta adat) atau rowah (kenduri), sunatan, (khitanan), ngurisan (potong rambut.
11. Hal turun sawah mengolah tanah pertanian (ngaro-ngareng tetanduran), menurunkan bibit (ngampar), menanam padi, (lowong), mulai mengetam padi (mataq).
12. Hal turun ke laut (turun segare) mencari ikan.
13. Hal masuk hutan atau naik gunung (kesawah, begunung). Dan lain-lain kegiatan atau aktivitas kehidupan.
14. Menentukan kapan pelaksanaan nunas nede.
15. Menentukan waktu bau Nyale.
Sampai saat ini masyarakat Adat Sasak, konsisten menerapkan warige, sebuah acuan dalam melihat pertanda dan perilaku tertentu. (KK)
