Mataram — Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB, H. Wirawan, didmapingi Kabid Pmbinaan UKM Biaq Yanuarlita Lestari membuka secara resmi Pelatihan Branding Strategi bagi UKM yang digelar di PLUT KUMKM NTB, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 30 pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) binaan Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB. Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UKM dalam membangun merek, mengembangkan kualitas promosi, serta memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Dalam sambutannya, H. Wirawan menyampaikan harapannya agar para pelaku UKM terus berkembang dari waktu ke waktu, semakin dikenal masyarakat, dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas menuju NTB Makmur Mendunia.
“Harapan kita, dari hari ke hari usaha Bapak-Ibu semakin baik, semakin dikenal masyarakat, dan tentu saja semakin membawa keuntungan. Tidak hanya bagi Bapak-Ibu secara pribadi, tetapi juga bagi NTB dan masyarakat kita,” ujar H. Wirawan.
Menurutnya, perkembangan UKM memiliki daya ungkit terhadap perekonomian karena dapat mendorong penyerapan tenaga kerja serta menciptakan efek berganda bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan, pelatihan yang digelar bukan sekadar memberikan pengetahuan secara teori, tetapi harus diarahkan pada praktik sehingga peserta benar-benar mampu menerapkannya dalam pengembangan usaha.
“Pastikan yang hadir di sini sudah punya produk. Sudah punya produk, tinggal bagaimana kita bermitra untuk meningkatkan kualitas produknya,” katanya.
Selain kualitas produk dan manajemen usaha, H. Wirawan menilai aspek promosi menjadi bagian penting yang harus diperkuat. Produk yang sudah berkualitas perlu didukung strategi pemasaran yang tepat agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurutnya, di era digital saat ini pasar produk-produk NTB tidak lagi terbatas pada konsumen di daerah. Peluang pemasaran terbuka secara nasional bahkan internasional melalui pemanfaatan teknologi dan digital marketing.
Karena itu, ia meminta agar pelatihan tersebut memberikan ruang yang cukup bagi peserta untuk langsung mempraktikkan strategi pemasaran digital, termasuk dalam pembuatan konten promosi melalui media sosial.
“Kita tidak hanya memberikan teori kepada teman-teman. Kita juga punya media untuk mempraktikkan langsung. Manfaatkan media yang ada agar konten yang dibuat untuk memasarkan produk memiliki jangkauan yang lebih luas,” ujarnya.
H. Wirawan juga menekankan pentingnya kemampuan praktis bagi pelaku UKM. Menurutnya, PLUT KUMKM NTB tidak hanya berperan sebagai tempat pemberian pengetahuan, tetapi juga sebagai lembaga inovasi yang mendorong pelaku usaha untuk mampu menerapkan ilmu yang diperoleh secara langsung.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses penguatan UKM di NTB secara berkelanjutan. Kemitraan antara pemerintah, pelaku usaha dan berbagai pihak pendukung diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi terus berlanjut dalam proses pengembangan usaha.
H. Wirawan juga mengaitkan penguatan UKM dengan transformasi ekonomi NTB. Menurutnya, keberhasilan transformasi ekonomi sangat dipengaruhi oleh kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan nilai tambah produk.
“Memang apa yang kita lakukan hari ini skalanya masih kecil. Tetapi kita percaya dari yang kecil-kecil ini akan terus bergulir dan membawa dampak bagi masyarakat,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, H. Wirawan secara resmi membuka Pelatihan Branding Strategi bagi UKM dan berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius serta mampu mengimplementasikan materi yang diperoleh untuk mengembangkan usahanya masing-masing. (Tim PPID DIskop UKMM NTB)
