Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong hadirnya Fakultas Kedokteran Gigi.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.,MARS. mewakili Gubernur saat pelantikan pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) di Hotel Prime Park Mataram, Sabtu (01/08/2026).
Salah satu isu kesehatan masyarakat NTB terkait gigi adalah rasio distribusi dokter spesialis gigi yang masih rendah di fasilitas layanan masyarakat.
“Dokter gigi kita sekarang menurut data, limapuluh persen dari 353 spesialis gigi masih ada di kota besar, sebesar 0,06 dokter gigi perseribu penduduk dan dari lima fakultas kedokteran belum ada spesialis gigi”, ungkapnya.
Dari 177 Puskesmas yang ada, sebanyak 27 unit belum memiliki dokter spesialis gigi sehingga pemerintah provinsi juga menghimbau agar program PDGI sedapat mungkin menyentuh masyarakat terbawah dan tidak hanya berfokus di ruang praktek atau pertemuan ilmiah.
Hal ini diharapkan sejalan dengan program pemerintah provinsi di bidang kesehatan untuk turun ke desa desa agar Posyandu dan bahkan sekolah mendapatkan intervensi layanan kesehatan gigi.
Sekretaris Jenderal pengurus besar PDGI, Dr. drg. Eka Erwansyah, M.Kes, Sp.Ort(K) mengatakan, pihaknya mengajak seluruh stakeholder kesehatan di NTB untuk mendorong hadirnya fakultas kesehatan gigi dengan dukungan penuh dari pengurus pusat.
Selain itu, ia mendorong pula agar organisasi profesi ini makin berdaya dan dimanfaatkan oleh anggotanya terkait persoalan hukum maupun pengembangan profesi.
“Isu edukasi kesehatan gigi bagi masyarakat juga menjadi salah satu tantangan bagi pengurus PDGI”, ujarnya.
Berdasarkan data Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan riset kesehatan nasional, sekitar 94,5% orang Indonesia rajin menggosok gigi, namun hanya 2,8% hingga 5% yang melakukannya dengan benar dan pada waktu yang tepat. Fakta Perilaku Menggosok Gigi di Indonesia, 94,5% masyarakat mengaku rajin atau rutin menyikat gigi setiap hari. hanya 2,8% – 5% saja penduduk yang terbukti menyikat gigi secara benar dan tepat waktu.
Sebanyak 57% penduduk Indonesia, faktanya masih mengalami masalah gigi dan mulut seperti gigi berlubang, di mana sebagian besar kasus karies pada anak mencapai 89%.
Dikatakannya, menyikat gigi minimal 2 kali sehari, pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur dengan teknik menyikat seluruh permukaan gigi dengan lembut, tidak terlalu keras dan menggunakan pasta gigi secukupnya.
Dalam kegiatan pelantikan PDGI NTB, pengurus pusat juga melantik pengurus kabupaten/ kota se NTB. (jmy/kominfotikntb)
