Skip to content
Kampung Media
Kampung Media

Kampung Media

penghargaan-kampung-media
Primary Menu
  • Artikel/Opini

Taman Sandik, Tempat yang Pernah Hidup

Lalu Rosmawan December 10, 2025 3 minutes read

Taman Sandik yang terletak di desa sandik, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, NTB, dulu merupakan area yang selalu aktif. Setiap sore hingga malam, tempat itu dipenuhi oleh anak-anak muda yang berkumpul, orang tua yang membawa anak mereka untuk bermain, serta para pedagang kecil yang menjual dagangannya. Suasananya sangat ramai dan akrab. Terutama saat bulan Ramadan, taman ini hampir tidak pernah sepi. Banyak anak muda datang hanya untuk bersantai, dan orang tua berbelanja baju dan sandal untuk lebaran. Lokasi ini menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat setempat.

Malam minggu menjadi waktu yang paling ramai. Lampu-lampu taman menerangi kawasan tersebut, sementara pedagang berbaris rapi, dan orang-orang datang dari berbagai penjuru. Pada saat itu, Taman Sandik tidak hanya berfungsi sebagai tempat bermain, tetapi juga sebagai tempat untuk bersosialisasi dan berinteraksi. Aktivitas ekonomi kecil turut berkembang di sini. Para pedagang sangat berharap pada keramaian yang ada di taman ini.

Namun, segalanya berubah pasca pandemi Covid-19. Perlahan, taman ini mulai kehilangan pengunjung. Warga tidak lagi datang seperti sebelumnya. Saat ini, taman hanya terlihat ramai pada hari kerja karena adanya aktivitas sekolah TK di dalam area taman. Ketika anak-anak pulang, suasana langsung menjadi sepi. Banyak bangku yang kosong, dan hampir tidak ada aktivitas warga yang terlihat.

Para pedagang yang paling merasakan dampak dari situasi ini. Mereka yang sudah berjualan sejak awal pembentukan taman ini masih bertahan hingga sekarang. Pilihan mereka tidak terlalu banyak karena tempat ini adalah sumber nafkah utama bagi mereka. Meskipun pengunjung sepi, mereka tetap datang setiap hari dengan harapan ada yang membeli dagangan mereka.

Perhatian dari pihak berwenang menjadi tanda tanya. Sebuah taman seharusnya tidak hanya dibangun, lalu dibiarkan begitu saja. Ketika ruang publik mulai sepi dan tidak terurus, masyarakat bisa merasa diabaikan. Yang diharapkan warga sebenarnya cukup sederhana: adanya kegiatan rutin, acara, dan dukungan agar tempat ini bisa kembali hidup seperti dahulu.

Di balik kondisi ini, terdapat rasa menunggu yang berkembang di kalangan masyarakat. Warga berharap akan ada langkah nyata untuk menghidupkan kembali tempat ini. Itu bukan hal yang sulit, cukup dengan melakukan aktivitas kecil, menyediakan ruang bagi anak muda untuk berkarya, atau mengadakan acara yang dapat menarik pengunjung kembali.

Saat ini, Taman Sandik masih ada. Namun, apa yang hilang adalah keramaian yang membuatnya berarti. Banyak warga masih berharap alat ini dapat kembali menjadi tempat berkumpul, bermain, serta mencari nafkah. Tidak sekadar taman, tetapi sebuah ruang yang benar-benar ada untuk masyarakat.

 

Penulis: Hana Safitri Mahasiswi Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Mataram

About the Author

Lalu Rosmawan

Author

View All Posts

Post navigation

Previous: Bangko-Bangko, Surga yang Indah Tetapi Sulit Dijangkau
Next: BAZNAS Lotim Salurkan Bantuan Pengobatan Kolektif, Ringankan Beban Puluhan Keluarga Pasien

Berita Terkait

IMG-20260113-WA0030
2 minutes read
  • Artikel/Opini

Dorong Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN UNRAM Sosialisasi Pupuk Cair dan Pestisida Nabati di Teniga

Lalu Rosmawan January 13, 2026 0
Foto di posko KKN UNRAM
2 minutes read
  • Artikel/Opini

Pendamping Desa Berdaya Transformatif Tunjukan Komitmen Bersama KKN UNRAM

M Yakub January 2, 2026 0
8788ab09-bd5c-4700-a674-50c378ca6f2b
4 minutes read
  • Artikel/Opini

Komunikasi yang Gagal: Dari Corporate Journalism hingga Masturbasi Birokrasi

adminkampung December 26, 2025 0

Baca juga

x1768283908_IMG-20260109-WA0108.jpg.pagespeed.ic.MbZsj2_ik-
3 minutes read
  • Pemerintahan

Pemprov NTB Akan Akhiri Sistem Pansel dan “Beauty Contest”, Gubernur Iqbal Terapkan Manajemen Talenta ASN sebagai Kompas Karier Aparatur

adminkampung January 13, 2026 0
6fa15f1f-377d-4c2f-a5a2-afdf02e6872f
2 minutes read
  • Hukum

Berkas Perkara Pembunuhan Brigadir EFR Rampung, Lima Tersangka Resmi Diserahkan ke Kejari Mataram

adminkampung January 13, 2026 0
c3cdd738-e728-4dce-b390-bd61ef92900d
2 minutes read
  • Pemerintahan

Kepala Diskop UKM NTB Tekankan Disiplin ASN dan Progres Kerja Harian

adminkampung January 13, 2026 0
ce544c79-6ffd-439e-910a-759a99249a0d
2 minutes read
  • Pemerintahan

Kepala Dinas Koperasi UKM NTB Tetapkan Pengelola PLUT KUKM

adminkampung January 13, 2026 0

SEKRETARIAT

Jl.Banda Sraya Gg.sakura No.5 Pondok Indah Kel.Pagutan Barat Kota Mataram
Nomor Kontak: 089637675034
Email: kampungmedia2008@gmail.com

Konsultan Media: Lombok Inisiatif – Akta Notaris Nomor 135 tanggal 14 Maret 2015.
Alamat: Jalan Bhanda Sraya 23 Griya Pagutan Indah Mataram.

REDAKSI
Publisher VIP (Visual Informasi & Publikasi) PRODUCTION & Lombok Kreatif.

Chief Executive Officer:
Asrobi Abdihi
Chief of Content:
Fakhrul Azhim
Manager Operations / Editor in Chief : Afifudin
Sekretaris Redaksi: Neneng Pebriana

TIM REDAKSI
Kepala Kampung / Pemred :
Asrobi Abdihi
Redaktur Pelaksana :
Fakhrul Azhim
Editor Senior : Ncep
Editor: Abdi, Achim Nadfia,
Reporter: Muhammad Safwan, Jumaili, Ncep

DEWAN PAKAR
Suaeb Qury, S.H.I.

KONTRIBUTOR
1. Muhammad Safwan (Kota Mataram)
2. Jumaili (Lombok Tengah)
3. Hasan Karing ( KM Brang Ene Sumbawa)
4. Adi Pradana (Kab.Bima)
5. Opick Manggelewa. KM Manggelewa (Dompu)
6. Joko KM Panto daeng Sumbawa
7. Ryan KM Gempar Bima
8. Faidin (KM kempo) Dompu
9. Alimuddin (KM Maluk) KSB
10. Randal Patisamba (KM Rampak Nulang)
11. Ibrahim Arifin (KM Rensing Bat) Lotim
12. Yakub (KM SasakTulen) Lobar
13. Alamsyah (KM Tembe Nggoli) Bima
14. M. Hariyadin (KM. Sarei Ndai Kota Bima
15. Andre Kurniawan (KM.Masbagik) Lotim
16. Ali Nurdin (KM. Taliwang) Sumbawa
17. Hajrul Azmi ( KM. Sajang Bawak Nao ) Loteng
18. Desa Wisata Masmas Loteng
19. Abdul Satar Lobar
20. Nurrosyidah Yusuf
21. Masyhuri (sambang kampung),
22. Joko Pitoyo,
23. Asep KM Lobar,
24. Abu Ikbal,
25. Romo.
26. Alin
27. Tawa,
28. Andi Mulyan Mataram,
29. Asri (KM Sukamulia),
30. Efan (Kampung Media Lengge Wawo-Bima)
31. Aulia Abdiana

Copyright © Kampung Media. | MoreNews by AF themes.