LOMBOK TIMUR — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Perigi mulai menghangat seiring munculnya figur-figur potensial. Salah satu nama yang kuat mencuat adalah Darmawan, calon kepala desa yang mengusung gagasan keberlanjutan pembangunan, penguatan ekonomi masyarakat, serta perluasan ruang bagi generasi muda.
Juru Bicara Pemenangan Darmawan, Herianto, menilai pengalaman panjang Darmawan di pemerintahan desa merupakan modal utama untuk melanjutkan dan menuntaskan agenda pembangunan di Desa Perigi.
Mantan Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia ini menegaskan bahwa kepemimpinan tingkat desa tidak cukup hanya bermodalkan popularitas semata. Menurutnya, rekam jejak, ketajaman memahami persoalan warga, serta keberanian mengambil kebijakan strategis adalah syarat mutlak bagi seorang pemimpin desa.
“Bagi kami, memimpin desa bukan sekadar soal jabatan. Desa membutuhkan figur yang benar-benar mengenali warganya, memahami tata kelola pemerintahan, serta memiliki rekam jejak teruji untuk melanjutkan pembangunan,” ujar Herianto.
Herianto merinci, Darmawan memiliki pengalaman birokrasi sekitar 14 tahun sebagai kepala desa serta kurang lebih 4 tahun sebagai kepala dusun. Pengalaman berjenjang dari tingkat akar rumput ini dinilai memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai dinamika serta kebutuhan riil masyarakat Desa Perigi.
Selain aspek birokrasi, Herianto turut menyoroti sejumlah pencapaian fisik dan sosial yang menjadi bagian dari rekam jejak Darmawan. Beberapa di antaranya meliputi pembangunan lapangan olahraga representatif, pembukaan dan perbaikan akses jalan antardesa, pemenuhan infrastruktur air bersih, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional yang sukses mengangkat eksistensi budaya adat Sasak Limbungan.
Ke depan, ia memandang pembangunan Desa Perigi harus berjalan secara berkelanjutan tanpa terputus di tengah jalan.
“Kita tidak ingin pembangunan berhenti pada apa yang sudah dicapai hari ini. Infrastruktur harus terus diperkuat, ekonomi kerakyatan harus tumbuh, tradisi Sasak wajib dijaga, dan anak-anak muda harus diberi ruang luas untuk berkarya,” tegasnya.
Peran Strategis Generasi Muda
Herianto menempatkan generasi muda sebagai pilar krusial dalam menentukan arah masa depan Desa Perigi. Pemuda, lanjutnya, tidak boleh sekadar menjadi pelengkap atau penonton dalam pembangunan, melainkan motor penggerak yang aktif dilibatkan dalam sektor sosial, olahraga, ekonomi kreatif, pelestarian budaya, hingga inovasi potensi desa.
Di samping itu, ia juga menyoroti pentingnya reformasi pelayanan publik yang inklusif dan humanis dari pemerintah desa.
“Masyarakat membutuhkan pelayanan yang terbuka, ramah, dan mudah diakses. Pemimpin desa harus hadir saat warga membutuhkan, mau mendengar, dan tidak menciptakan jarak dengan masyarakatnya,” kata Herianto.
Optimisme Menyongsong Pilkades
Menghadapi kontestasi mendatang, Herianto menyatakan bahwa dirinya bersama tim pemenangan memiliki keyakinan penuh terhadap peluang kemenangan Darmawan.
“Berbekal pengalaman, rekam jejak yang terbukti, serta konsolidasi yang solid di tengah masyarakat, kami optimistis Pak Darmawan mendapat dukungan luas dan meraih kemenangan di Pilkades Perigi,” ujarnya.
Kendati demikian, Herianto mengingatkan agar dinamika politik tingkat desa tidak menjadi pemicu perpecahan antarwarga. Ia mengajak seluruh pendukung untuk mengedepankan politik yang santun dan kekeluargaan.
“Perbedaan pilihan adalah hal biasa dalam demokrasi. Jauh lebih penting setelah Pilkades usai adalah bagaimana kita kembali bersatu padu membangun Desa Perigi,” tutupnya.
