Lombok Barat – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat tidak menghambat pelaksanaan program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat. Kegiatan pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian tetap berjalan dan dikelola langsung oleh warga binaan.
Kepala Seksi Bimbingan Kerja melalui Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja (Bimker dan PHK) Lapas Lombok Barat, I Putu Ganesa Cakrawanasis, mengatakan pihaknya melakukan penyesuaian teknis untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Di tengah cuaca ekstrem, kegiatan pertanian tetap berjalan. Kami melakukan pengelolaan yang lebih cermat, mulai dari penggunaan obat-obatan tanaman, pemupukan, hingga pengaturan sistem pengairan,” kata Ganesa, Kamis (22/1/2026).
Lahan pertanian yang dikelola berada di kawasan berenggang yang sebelumnya merupakan lahan tidur. Melalui program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kawasan tersebut kini dimanfaatkan sebagai lahan produktif seluas sekitar 0,8 hektare yang seluruhnya ditanami cabai.
Menurut Ganesa, meski cuaca kerap berubah secara drastis, seluruh aktivitas pertanian tetap berjalan normal dengan penambahan perlakuan khusus pada tanaman agar hasil panen tetap optimal.
“Saat ini kegiatan berjalan seperti biasa, hanya ada penambahan obat-obatan dan pemupukan untuk menjaga kondisi tanaman,” ujarnya.
Dalam pengelolaan lahan tersebut, sebanyak 17 orang warga binaan dilibatkan secara aktif. Mereka dibina dan didampingi sejak masa tanam hingga panen sebagai bagian dari pembekalan keterampilan kerja.
Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, mengatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang memberi manfaat bagi warga binaan sekaligus berdampak bagi masyarakat.
Menurut Fadli, kegiatan pertanian dan perkebunan yang dikembangkan di Lapas Lombok Barat merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada penguatan kemandirian dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan tidur. (Tim KM Lombok Barat)
