Lombok Timur – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur kembali mengukuhkan perannya sebagai garda terdepan dalam pengentasan kemiskinan ekstrem. Melalui inovasi program jaminan sosial, BAZNAS mengonversi dana zakat menjadi instrumen perlindungan nyata bagi warga kurang mampu dan para pejuang pendidikan di wilayah tersebut.
Langkah strategis ini mencakup pemberian subsidi penuh iuran BPJS Kesehatan bagi seribu warga kategori miskin ekstrem serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi guru non-ASN (Aparatur Sipil Negara) yang telah lama berdedikasi.
Wakil Ketua IV BAZNAS Lombok Timur, Dr. Asbullah Muslim, menegaskan bahwa inisiatif ini bertujuan memutus mata rantai kesulitan akses kesehatan. Dengan adanya jaminan ini, biaya kesehatan tidak lagi menjadi beban tambahan bagi mereka yang sedang berjuang keluar dari garis kemiskinan.
“Target kami adalah 1000 jiwa dari kelompok miskin ekstrem. Kami menjalin kemitraan erat dengan BPJS Kesehatan guna memastikan sinkronisasi data setiap bulan agar tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Dr. Asbullah pada Jumat, 13/2/2026.
Program ini sepenuhnya bersumber dari alokasi dana zakat asnaf fakir miskin, yang mencerminkan amanah para muzakki dalam membantu mereka yang paling membutuhkan secara sistematis.
Selain sektor kesehatan, BAZNAS juga menyasar sektor pendidikan melalui perlindungan bagi para pendidik. Fokus diberikan kepada Guru Tetap Yayasan (GTY) yang belum tersertifikasi. Menggunakan dana zakat terikat dari Bupati Lombok Timur senilai Rp300 juta, para guru dengan masa bakti 5 hingga 20 tahun kini mendapatkan jaminan sosial.
Langkah ini dipandang sebagai bentuk pengakuan atas jasa para guru yang mengabdi di pelosok daerah namun belum mendapatkan tunjangan kesejahteraan yang memadai.
“Proses validasi data guru di tiap kecamatan masih kami kawal ketat. Kami berkomitmen memberikan jaminan hari tua dan perlindungan kerja yang layak bagi para pendidik non-ASN sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama puluhan tahun,” tambah Asbullah.
Terobosan ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat secara profesional dapat memberikan dampak jangka panjang. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan lembaga penjamin sosial (BPJS), masyarakat kecil di Lombok Timur kini memiliki “payung” pelindung di tengah ketidakpastian ekonomi.
Dengan program ini, BAZNAS berharap angka kemiskinan ekstrem dapat ditekan secara signifikan sekaligus meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan tenaga kerja.
