Lombok Timur – Suasana Lesehan Bonto, Masbagik, mendadak hangat pada Rabu pagi (11/2/2026). Bukan sekadar kumpul makan-makan biasa, jajaran BAZNAS Kabupaten Lombok Timur sengaja mengajak para awak media duduk bareng dalam acara coffee morning yang penuh keakraban.
Acara ini sengaja dikemas santai. Tujuannya satu, mempererat tali silaturahmi sekaligus menyamakan frekuensi antara pengelola zakat dan para jurnalis yang selama ini menjadi jembatan informasi ke masyarakat.
Dalam obrolan santai tersebut, Ketua BAZNAS Lombok Timur menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para insan pers. Menurut beliau, media punya peran krusial dalam mengawal transparansi pengelolaan dana umat.
“Kepercayaan publik itu nyawanya BAZNAS. Untuk menjaga itu, kami butuh transparansi dan akuntabilitas. Di sinilah peran teman-teman media menjadi sangat vital untuk menyampaikan informasi yang jujur dan berimbang soal bagaimana zakat dikelola,” ungkapnya dalam sambutan.
Beliau juga menekankan bahwa BAZNAS terus berbenah. Harapannya, makin banyak masyarakat yang sadar untuk berzakat melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan (mustahik).
Menariknya, acara ini tidak berjalan satu arah. Para jurnalis yang hadir juga diberikan ruang luas untuk memberikan masukan. Diskusi mengalir seru, mulai dari saran soal pola publikasi program yang lebih kekinian, hingga ide agar konten BAZNAS bisa lebih “menyentuh” hati calon muzakki (pembayar zakat).
Kemitraan konstruktif ini diharapkan tidak berhenti di meja kopi saja. Kedepannya, BAZNAS dan jurnalis di Lombok Timur berkomitmen untuk terus berkolaborasi demi mendorong kesejahteraan umat melalui optimalisasi zakat, infak, dan sedekah.
