Lombok – Sebanyak 17 jamaah umroh asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan terlantar di Mekkah, Arab Saudi, akibat tidak adanya tiket kepulangan dari pihak travel. Puluhan jamaah ini kini berada dalam kondisi memprihatinkan setelah sempat diusir dari penginapan dan harus menanggung biaya hidup mandiri di Tanah Suci.
Keluarga jamaah mengungkapkan bahwa dari total 24 orang dalam rombongan, 17 di antaranya masih tertahan tanpa kepastian jadwal pulang. Pihak travel, PT. E N, diduga lepas tangan terhadap kewajiban fasilitas yang seharusnya diterima jamaah.
Novi, salah satu anak jamaah yang terdampak, membeberkan kondisi pilu yang dialami orang tuanya. Ia menyebutkan bahwa tanggung jawab yang seharusnya dipikul perusahaan travel kini sepenuhnya dibebankan kepada jamaah yang sedang kesulitan.
”Keadaan mereka sangat memprihatinkan. Bukan hanya terlantar, mereka bahkan sempat diusir dari penginapan. Sekarang biaya makan pun harus tanggung sendiri,” ungkap Novi dengan emosional saat ditemui awak media.
Pihak keluarga secara resmi melayangkan tiga tuntutan utama kepada pihak berwenang:
Memohon Pemerintah Provinsi NTB melakukan langkah diplomasi dan bantuan darurat untuk memulangkan 17 jamaah yang tertahan.
Mendesak Kementerian Agama dan aparat penegak hukum mencabut izin operasional PT. E N serta menindak tegas oknum berinisial HT.
Menuntut kompensasi penuh atas kerugian materiil dan moril yang diderita para jamaah.
”Kami berharap ada keadilan dan solusi nyata sebelum kondisi fisik dan mental para jamaah semakin menurun,” pungkas Novi.
