Lombok Timur – 27 April 2026, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram terus memperkuat upaya peningkatan keamanan pangan melalui kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari intervensi Program Nasional Keamanan Pangan yang menyasar sekolah, desa, dan pasar sebagai lokus utama.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, S.Si, Apt, yang menyampaikan apresiasi atas prestasi SDN 3 Selong yang berhasil meraih juara 3 tingkat nasional regional tengah dalam lomba penerapan keamanan pangan di sekolah. Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Lombok Timur. Pada tahun 2026, BBPOM di Mataram merencanakan intervensi pada tujuh sekolah, sehingga diperlukan dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.
Lanjutnya, Yogi mengungkapkan bahwa kasus keracunan pangan di lingkungan sekolah masih kerap terjadi, dengan jumlah kasus mencapai puluhan orang. Keracunan umumnya disebabkan oleh kontaminasi pangan yang meliputi kontaminasi kimia, biologi, dan fisika. Oleh karena itu, penting bagi guru dan siswa untuk mengenali ciri-ciri pangan yang tidak layak konsumsi, seperti perubahan warna, bau, dan rasa.
Ia juga menyoroti masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait keamanan pangan, termasuk kesalahpahaman mengenai tanggal kedaluwarsa. Produk pangan tidak serta-merta aman hanya karena belum melewati masa kedaluwarsa, karena faktor penyimpanan sangat memengaruhi kualitas produk. Selain itu, masih ditemukan penggunaan bahan berbahaya seperti boraks yang salah satu cirinya dapat menimbulkan rasa getir di lidah.
Lebih lanjut, Yogi menekankan pentingnya perizinan bagi pelaku usaha serta mengimbau masyarakat untuk mengurus izin secara mandiri tanpa melalui perantara. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap peredaran produk ilegal, termasuk obat tanpa izin edar, serta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau pihak yang mengatasnamakan BPOM.
Sementara itu, Sekdis Dinas Kesehatan Syaiful Idris, S.Kep, Ners. M.M. menyampaikan bahwa masih banyak pangan yang mengandung zat berbahaya yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Lombok Timur. Kegiatan kemudian secara resmi dibuka dan dilanjutkan dengan penandatanganan surat komitmen oleh para pihak terkait.
Pada sesi materi, Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM di Mataram, Dra. Winartuti, Apt, menjelaskan bahwa pangan yang tidak aman dapat menimbulkan berbagai dampak serius, mulai dari keracunan hingga penyakit kronis. Tantangan pengawasan pangan saat ini juga semakin kompleks akibat perkembangan teknologi, perubahan iklim, serta perlunya keterlibatan lintas sektor.
Ia juga memperkenalkan berbagai program unggulan, di antaranya Program Pangan Jajanan Anak Sekolah Aman (PJAS), yang bertujuan memastikan keamanan pangan di lingkungan sekolah melalui edukasi, pengawasan, dan pembentukan kader keamanan pangan. Selain itu, Program Desa Pangan Aman mendorong kemandirian desa dalam merencanakan dan mengimplementasikan keamanan pangan melalui tahapan advokasi, pelatihan, hingga evaluasi berkelanjutan. Sementara itu, Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas difokuskan pada pengawasan pangan di pasar, yang masih menghadapi tantangan berupa temuan bahan berbahaya seperti boraks pada produk kerupuk.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup mengusulkan kolaborasi dalam pelatihan yang terintegrasi dengan program Adiwiyata serta penguatan pengelolaan sampah di pasar. Menanggapi hal tersebut, BBPOM menyambut baik peluang kolaborasi meskipun terdapat keterbatasan anggaran, serta menekankan perlunya peningkatan kerja sama dalam pengelolaan lingkungan pasar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan pangan yang aman, sehat, dan berkualitas, sekaligus menekan risiko keracunan pangan di Lombok Timur. (Tim KM Mataram)
