Lombok Barat – Astra Motor NTB bersama Astra Motor Brawijaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul melalui kegiatan Astra Motor Berbagi di SMKN 1 Gunungsari, Lombok Barat, Senin (15/6/2026). Beragam kegiatan edukatif digelar, mulai dari pelatihan safety riding, pameran spesial Honda, sosialisasi aplikasi Motorku X, hingga layanan service kunjung dan Honda Care.
Kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari ratusan siswa Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, memberikan pembekalan penting terkait teknik berkendara yang aman dan benar, sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin serta sikap profesional yang dibutuhkan di dunia kerja. Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan di dunia industri.
“Yang membedakan seseorang dengan yang lain bukan hanya kemampuan, tetapi juga attitude atau perilaku. Sikap inilah yang menjadi perhatian utama perusahaan saat merekrut karyawan,” tegas Satria di hadapan para siswa.
Dalam pemaparannya, Satria juga mengingatkan pentingnya memahami teknik dasar berkendara, termasuk mengenali area blind spot atau titik buta yang sering menjadi penyebab kecelakaan di jalan raya. Ia menekankan bahwa pengendara harus selalu waspada terhadap kondisi sekitar dan tidak hanya fokus pada arah tujuan.
Selain edukasi keselamatan berkendara, kegiatan Astra Motor Berbagi juga menjadi sarana pengenalan teknologi dan layanan terbaru Honda kepada para siswa. Program ini merupakan bagian dari sinergi berkelanjutan antara Astra Honda dan SMKN 1 Gunungsari sebagai salah satu sekolah binaan Honda di Nusa Tenggara Barat.
Sementara itu, Humas SMKN 1 Gunungsari, Muhammad Akhyar Johari atau yang akrab disapa Pak Jo, mengatakan bahwa kegiatan Astra Motor Berbagi merupakan agenda rutin tahunan yang memberikan manfaat besar bagi siswa, khususnya jurusan Teknik Sepeda Motor.
“Sekolah kami merupakan salah satu sekolah binaan Honda. Karena itu berbagai kegiatan pembelajaran, praktik, pelatihan siswa hingga pelatihan guru selalu berkoordinasi dengan Astra Honda Motor,” ujarnya.
Pak Jo menjelaskan, kerja sama tersebut menerapkan konsep link and match, yakni menyelaraskan kurikulum sekolah dengan kebutuhan industri sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan dunia kerja.
Ia juga menilai program safety riding yang rutin dilaksanakan setiap tahun telah memberikan dampak positif terhadap kedisiplinan siswa dalam berlalu lintas. Kesadaran menggunakan helm, jaket, sepatu, serta kepatuhan terhadap aturan keselamatan berkendara terus meningkat dari tahun ke tahun.
Untuk memperkuat budaya keselamatan, sekolah menerapkan aturan tegas bagi siswa yang membawa kendaraan ke sekolah. Kelengkapan kendaraan seperti spion, penggunaan helm, serta larangan penggunaan knalpot brong menjadi bagian dari pengawasan yang diterapkan sekolah setiap hari.
Melalui Astra Motor Berbagi, Astra Motor NTB dan SMKN 1 Gunungsari berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki karakter disiplin, beretika, dan menjadi pelopor keselamatan berkendara di lingkungan masyarakat. (Tim KM Abdi Mataram)
