Tim Manajemen Astra Motor NTB menyerahkan bantuan kepada masyarakat Desa Adat Sade yang menjadi korban kebakaran. Penyerahan bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Wilayah Astra Motor NTB Suryanto Wirawan. Rabu (26 Agustus 2026)
Lombok Tengah — Kepedulian terhadap warga terdampak kebakaran di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, terus mengalir. Sebagai bentuk solidaritas dan rasa kemanusiaan, Tim Manajemen Astra Motor NTB menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.

Bantuan diserahkan pada Rabu (26/8/2026) dan berupa kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, minuman serta berbagai kebutuhan lainnya. Selain sembako, Astra Motor NTB juga membawa pakaian layak pakai dan sejumlah boneka untuk anak-anak sebagai bagian dari dukungan pemulihan psikologis atau trauma healing.
Admin Finance Manager Astra Motor NTB, Ivan Pratama, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian Honda NTB terhadap masyarakat Desa Adat Sade yang tengah menghadapi masa sulit.
“Kami dari Honda NTB memberikan bantuan dalam bentuk sembako, pakaian layak pakai, dan untuk anak-anak juga ada boneka untuk trauma healing. Harapannya bantuan ini bisa berdampak bagi masyarakat Desa Sade,” ujar Ivan.
Ia berharap Desa Adat Sade dapat segera dibangun kembali sehingga masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Harapannya Desa Sade akan kembali dibangun seperti sebelumnya. Semoga Desa Sade kembali pulih,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Pengelola Desa Wisata Sade, Talib, yang juga dikenal dengan nama Vilajo, menceritakan dahsyatnya kebakaran yang melanda kawasan permukiman adat tersebut.
Menurut Talib, api pertama kali terlihat di sekitar rumah Aman Nawi ketika penghuni rumah hendak beristirahat. Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.
“Api tiba-tiba sudah membumbung tinggi. Kemudian merambat ke rumah sebelah, kios, artshop, hingga masjid. Kurang dari 30 menit, hampir semuanya habis,” ungkap Talib.
Cepatnya api menjalar, menurut dia, dipengaruhi material bangunan tradisional yang sebagian besar menggunakan alang-alang sebagai atap serta kayu dan bambu sebagai penyangga. Kondisi angin yang cukup kencang juga membuat api semakin cepat membesar.

Terkait penyebab kebakaran, Talib mengatakan hingga kini sumber api belum dapat dipastikan. Pemeriksaan sempat dilakukan oleh pihak berwenang, namun pemilik rumah yang menjadi titik awal kebakaran juga tidak mengetahui secara pasti dari mana api berasal.
Dampak kebakaran sangat besar. Sebanyak sekitar 75 rumah warga dilaporkan terbakar yang dihuni sekitar 300 jiwa, sementara total bangunan yang terdampak, termasuk artshop, kios, warung, berugak dan fasilitas lainnya, mencapai sekitar 160 unit.
Sekitar 69 unit artshop yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi dan pariwisata Desa Wisata Sade juga ikut hangus terbakar. Tidak hanya kehilangan tempat tinggal, masyarakat juga kehilangan berbagai barang dan perlengkapan usaha.
Talib memperkirakan total kerugian akibat kebakaran mencapai puluhan miliar rupiah. Ia menyebut angka kerugian yang sebelumnya disampaikan berada di kisaran Rp34–35 miliar, meski pendataan masih dapat berkembang seiring proses verifikasi di lapangan.
Kendati kerugian material sangat besar, masyarakat bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Talib mengatakan bantuan logistik dan sembako dari berbagai pihak sejauh ini sangat membantu dan bahkan relatif mencukupi kebutuhan konsumsi warga terdampak.
Namun, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah dukungan untuk pembangunan kembali rumah warga.
“Kalau logistik atau sembako, alhamdulillah sudah lebih dari cukup. Sekarang kami lebih membutuhkan material atau bantuan uang tunai untuk pembangunan rumah, karena tempat tinggal kami sudah tidak ada,” jelasnya.
Menurut Talib, masyarakat berharap proses pembangunan kembali dapat dilakukan secepat mungkin. Kendati demikian, karakter dan identitas budaya Desa Adat Sade tetap akan dipertahankan.
“Kami tetap mencintai budaya dan tradisi. Bangunan rumah nantinya akan tetap dikonsep dan didesain seperti sebelumnya,” katanya.
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat mempercepat proses pemulihan sehingga Desa Adat Sade dapat kembali berdiri dan beraktivitas seperti sediakala.
Atas perhatian dan bantuan Astra Motor NTB, Talib menyampaikan apresiasi dan terima kasih mewakili masyarakat Desa Wisata Sade yang terdampak kebakaran.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan, bantuan dan kunjungan Astra. Semoga dukungan ini ikut membantu pembangunan kami kembali, sehingga nanti Sade akan terlahir kembali, Sade Reborn,” ujarnya.
Kepedulian Astra Motor NTB menjadi salah satu bentuk nyata solidaritas dunia usaha terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah. Di tengah kehilangan besar yang dialami warga, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meringankan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi penyemangat bagi masyarakat Desa Adat Sade untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka. (Tim KM Abdi Mataram)
