Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dan setelah pembentukan panitia pemilihan kepala desa di Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya kabupaten Lombok Timur, Ilham tokoh muda mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin berdasarkan kapasitas, integritas, dan rekam jejak, serta menolak praktik politik uang.
Seruan tersebut disampaikan Ilham melalui pernyataan resmi pada (Kamis) (17/09/2026) setelah penetapan panitia pemilihan kepala desa. Tokoh pemuda itu menilai Pilkades merupakan momentum penting dalam menentukan arah pembangunan desa selama delapan tahun ke depan, sehingga proses demokrasi harus dijaga agar berlangsung jujur, adil, dan bebas dari praktik transaksional.
Ilham, mengatakan bahwa politik uang hanya akan melahirkan kepemimpinan yang berorientasi pada pengembalian modal politik, bukan pada kepentingan masyarakat.
”Pilkades ini bukan sirkus pasar malam tempat bagi bagi roti hingga transaksi materi. Jika kursi kepemimpinan itu dibeli dengan uang, maka yang lahir adalah pemimpin yang sibuk dengan agenda agenda pengembalian modal, bukan yang tulus mengabdi.

Warga Desa Apitaik
harus berani memutus rantai politik transaksional ini demi masa depan anak cucu kita, ia menilai tantangan pembangunan desa membutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan intelektual, pengalaman birokrasi serta komitmen dalam menjalankan pemerintahan.” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Praktik politik uang (money politics) bertentangan dengan prinsip demokrasi karena mencederai asas Luber Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil) serta merusak kedaulatan rakyat dalam memilih pemimpin berdasarkan kompetensi.
Desa Apitaik membutuhkan akselerasi pembangunan. Karena itu, desa memerlukan pemimpin yang memiliki intelektualitas, kapasitas kerja, serta rekam jejak yang jelas dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Mengedepankan ide dan kemampuan jauh lebih penting daripada mengandalkan uang untuk meraih dukungan,” kata Ilham.
Ilham juga berpendapat bahwa praktik politik uang dapat mencederai kebebasan masyarakat dalam menentukan pilihan politiknya karena keputusan pemilih berpotensi dipengaruhi oleh kepentingan transaksional.
Di sisi lain, Tokoh pemuda itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan Pilkades agar berlangsung bersih dan demokratis.
Ia mengutip pesan Mohammad Hatta tentang pentingnya kejujuran dalam kepemimpinan.
”Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki. Karena itu, kami mengajak seluruh warga desa Apitaik untuk datang ke TPS dengan hati nurani dan memilih berdasarkan rekam jejak, integritas, serta kompetensi calon, bukan karena pemberian materi,” ujar Ilham”
Sebagai tindak lanjut, tokoh pemuda itu mendorong tim panitia pemilihan kepala desa atau P2KD harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya Pilkades yang bersih. Selain itu, ia juga berharap P2KD memberikan dokumen Fakta Integritas yang akan diajukan kepada seluruh bakal calon kepala desa sebagai bentuk komitmen untuk tidak melakukan politik uang dan menjalankan kampanye secara edukatif.
Melalui seruan tersebut, Ilham mewakili seluruh warga desa berharap pelaksanaan Pilkades di Apitaik dapat menjadi contoh demokrasi desa yang sehat, transparan, dan menghasilkan pemimpin yang mampu berdampak bagi kemajuan masyarakat.
