Penyerahan Masterplan ke Kepala Desa Bukit Tinggi dan Pokdarwis Bukit Tinggi, Oleh Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram, 2026.
Penyerahan Masterplan ke Kepala Desa Bukit Tinggi dan Pokdarwis Bukit Tinggi, Oleh Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram, 2026.Kampung Media – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram (UNRAM) Dorong Pengembangan Potensi Wisata Alam Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, untuk mengembangkan potensi wisata alam secara lebih terarah dan berkelanjutan melalui penyusunan Masterplan berbasis pemetaan potensi lokal. Selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNRAM yaitu Dewi Rispawati dan Anggota Tim Pengabdian Masyarakat UNRAM yaitu Lale Puspita Kembang, Herawati Khotmi, I Gusti Agung Arista Pradnyani, Nadia Nuril Ferdaus, Mahameru Nur Ikhsan Ramadhan, dan Emy Husrul Linny, melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat UNRAM dengan melibatkan Pemerintah Desa Bukit Tinggi, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta masyarakat desa. Pendekatan yang digunakan mengedepankan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan perencanaan partisipatif sehingga masyarakat turut terlibat dalam mengidentifikasi potensi, permasalahan, hingga arah pengembangan wisata desa. Masterplan yang telah disusun diserahkan ke Kepala Desa Bukit Tinggi dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Tinggi pada hari Senin, tanggal 27 Juli 2026.
Petakan Potensi Wisata Desa
Hasil observasi dan diskusi bersama masyarakat menunjukkan Desa Bukit Tinggi memiliki beragam potensi wisata alam yang dapat dikembangkan. Sejumlah destinasi yang teridentifikasi antara lain Air Terjun Temburun Bilok, Temburun Nanas, Temburun Menyengkeng, Batu Mesan, Batu Kepor, Sangkok Pelayang, Tibu Tereng, Tibu Kelambu, Bale Puntik, Bendungan Meninting, serta kawasan perbukitan yang berpotensi dikembangkan untuk ekowisata. Potensi tersebut dinilai memiliki peluang untuk menjadi daya tarik wisata baru apabila dikembangkan dengan perencanaan yang terintegrasi. Namun, pengembangan wisata masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, fasilitas pendukung, promosi digital, sumber daya manusia, serta belum adanya dokumen perencanaan wisata yang terintegrasi. Melalui kegiatan pengabdian ini, tim kemudian menyusun Masterplan yang menjadi acuan awal bagi desa dalam mengembangkan kawasan wisata secara bertahap. Masterplan tersebut membagi kawasan Desa Bukit Tinggi ke dalam lima zona pengembangan, yakni zona inti wisata, zona pendukung, zona permukiman, zona konservasi, dan zona pengembangan. Pembagian zona tersebut dirancang agar pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, tetapi juga memperhatikan kenyamanan wisatawan, keterlibatan masyarakat, pengembangan UMKM, serta keberlanjutan lingkungan.
Disiapkan Roadmap hingga 2035
Selain pemetaan kawasan, Tim Pengabdian Masyarakat UNRAM juga menyusun roadmap pengembangan wisata Desa Bukit Tinggi hingga 2035. Pada tahap jangka pendek 2026–2027, fokus diarahkan pada peningkatan kapasitas Pokdarwis dan pemandu lokal, perbaikan akses, penyediaan sanitasi dan tempat sampah, serta penguatan promosi digital melalui media sosial dan website. Selanjutnya, pada tahap menengah 2028–2030, desa diarahkan untuk mengembangkan paket wisata seperti wisata air terjun, trekking, river tubing, camping, hingga agrowisata Durian. Pengembangan masyarakat, peningkatan kapasitas UMKM, festival tahunan, serta kerja sama dengan agen perjalanan dan influencer juga menjadi bagian dari rencana. Sementara pada tahap jangka panjang 2031–2035, Desa Bukit Tinggi diarahkan untuk memperkuat identitas destinasi melalui branding, logo dan tagline, pengembangan smart tourism serta sistem pemesanan digital, kemitraan dengan berbagai pihak, dan penguatan konsep ekowisata.
Penyusunan Masterplan ini diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi dapat menjadi pedoman praktis bagi Pemerintah Desa dan masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan wisata. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, Pokdarwis, pelaku UMKM dan masyarakat juga diharapkan terus diperkuat agar potensi alam Desa Bukit Tinggi dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan. Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram berharap Masterplan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat untuk membuka potensi wisata baru secara terarah, partisipatif dan berkelanjutan. (*)
