Jakarta, — Menjelang pembentukan susunan kabinet baru, dorongan publik agar kelompok pemuda memiliki representasi kuat di kursi pemerintahan semakin mengemuka. Salah satu nama yang kini santer digadang-gadang masuk ke dalam jajaran kabinet adalah Herianto, mantan Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).
Herianto secara spesifik didorong untuk menempati pos strategis di Kementerian Bakom RI (Badan Komunikasi) maupun kementerian dan lembaga lain yang terkait di lingkungan Istana. Dorongan ini sejalan dengan penilaian berbagai pihak yang menganggap Herianto sangat cocok untuk mengemban peran krusial sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dengan anak muda, khususnya Generasi Z (Gen Z).
Sebagai tokoh yang pernah memimpin aliansi mahasiswa terbesar di Indonesia, Herianto dianggap memiliki kepekaan tinggi terhadap dinamika, keresahan, serta aspirasi kaum muda. Di era di mana arus informasi bergerak sangat cepat, kehadiran figur muda di pos komunikasi Istana dinilai sangat mendesak untuk mencegah terjadinya jarak atau miskomunikasi antara pembuat kebijakan dan generasi penerus bangsa.
Banyak pihak menilai bahwa pemerintah saat ini membutuhkan sosok komunikator yang tidak kaku dan memahami gaya bahasa serta platform yang dekat dengan Gen Z. Pengalaman Herianto dalam mengadvokasi isu-isu kerakyatan di jalanan menjadi modal penting yang diyakini mampu memecah kebuntuan komunikasi birokrasi yang selama ini kerap dikritik oleh kelompok pemuda.
Diharapkan, jika Herianto benar-benar dipercaya masuk ke Kementerian Bakom RI atau pos komunikasi di Istana, kehadirannya tidak sekadar menjadi simbol representasi usia. Ia diharapkan mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah agar lebih relevan dan mudah diterima oleh anak muda, sekaligus memastikan bahwa kritik dan saran dari akar rumput dapat didengar langsung oleh pusat kekuasaan.
