foto bersama Peserta dan Seluruh santri Pondok Istiqomatul Falah

Pondok Pesantren Istiqomatul Falah Kecamatan Gangga, Dalam upaya memperkuat perlindungan santri dan mewujudkan lingkungan pendidikan keagamaan yang aman, nyaman, serta ramah anak, Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR) Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) bersama , IPNU dan IPPNU menggelar kegiatan Road to Pesantren di Pondok Pesantren Istiqomatul Fallah, Desa Sambik Bangkol, Kabupaten Lombok Utara.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan santri dan santriwati dengan mengangkat isu penting tentang sosialisasi pesantren ramah anak, pencegahan bullying, kekerasan fisik, kekerasan seksual, serta pelecehan seksual di lingkungan pondok pesantren.
Dalam penyampaian materi, kolaborasi lintas badan otonom dan lembaga Nahdlatul Ulama ini menegaskan bahwa menjaga pesantren bukan hanya menjaga nama baik lembaga, tetapi juga menjaga marwah, kehormatan, nilainnilai keilmuan, dan keselamatan seluruh santri.
Pesantren harus menjadi ruang pendidikan yang menjunjung tinggi akhlakul karimah, kasih sayang, penghormatan terhadap martabat manusia, serta perlindungan terhadap hak-hak anak. Tidak boleh ada ruang bagi tindakan perundungan, kekerasan, intimidasi, maupun segala bentuk pelecehan dan kejahatan seksual.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan pesan penting bahwa menjaga kiai berarti menjaga marwah pesantren, dan menjaga santri berarti menjaga masa depan pesantren. Keduanya merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen pesantren, mulai dari pengasuh, ustaz dan ustazah, pengurus, santri, hingga masyarakat.
Momentum Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda turut menjadi refleksi dalam membangun generasi santri yang visioner, berkarakter, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu beradaptasi dan bersaing di tengah derasnya perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Santri masa kini tidak cukup hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga harus memiliki literasi digital, kemampuan berpikir kritis, keberanian menyuarakan kebenaran, serta kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.
Kolaborasi Road to Pesantren ini menjadi bentuk nyata komitmen LPBHNU, GP Ansor, IPNU dan IPPNU dalam menghadirkan edukasi, advokasi, dan pendampingan hukum bagi masyarakat pesantren.
Pesantren harus dijaga, santri harus dilindungi, dan kekerasan harus dihentikan,sebab, pesantren yang bermartabat bukan hanya melahirkan generasi yang alim dan berakhlak, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, humanis, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
LPBHNU bersama Ansor dan kader pelajar Nahdlatul Ulama berkomitmen mengawal terwujudnya pesantren ramah anak demi masa depan generasi bangsa.
