LOMBOK TIMUR –Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui peningkatan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bidang Teknis Olahan Makanan/Tata Boga bagi Buruh, Petani Tembakau, dan Masyarakat Miskin Ekstrem (P3KE) Angkatan III di Desa Pijot, Kabupaten Lombok Timur.
Diklat tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB, H. Wirawan, didampingi Kepala UPTD Pendidikan dan Pelatihan Koperasi dan UMKM NTB, Ricka Maharani, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 2–5 November 2026 ini diikuti 20 peserta, yang mayoritas merupakan kaum ibu. Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal keterampilan bagi peserta untuk mengembangkan usaha olahan makanan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Dalam sambutannya, H. Wirawan menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung mimpi besar Gubernur NTB untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di daerah.
“Yang penting adalah kerja nyata yang segera kita lakukan untuk memastikan bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah terus berusaha mengangkat derajat kehidupan masyarakatnya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kegiatan pelatihan ini sejalan dengan Program Desa Berdaya yang menjadi salah satu strategi Pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Program tersebut dilaksanakan melalui dua pendekatan, yakni Desa Berdaya Tematik dan Desa Berdaya Transformatif.
Melalui Desa Berdaya Transformatif, pemerintah memberikan dukungan langsung kepada keluarga penerima manfaat (KPM) berupa bantuan transfer aset untuk mengembangkan usaha sesuai potensi dan kemampuan masing-masing keluarga.
Menurut H. Wirawan, bantuan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga mendorong keluarga penerima manfaat untuk mulai menabung dan menyisihkan sebagian hasil usahanya.
“Tujuan kita bukan hanya agar pendapatan masyarakat meningkat dan kebutuhan hidup terpenuhi, tetapi juga bagaimana sebagian hasil usaha bisa ditabung. Inilah yang disebut dengan pendekatan graduasi, yaitu proses menuju kemandirian ekonomi secara bertahap,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Diklat Tata Boga ini merupakan kegiatan pendukung Desa Berdaya Transformatif. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat, khususnya kaum ibu, dibekali keterampilan teknis pengolahan makanan agar lebih produktif dan mampu membantu meningkatkan perekonomian keluarga.
Menariknya, peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan pengetahuan dan keterampilan selama pelatihan, tetapi juga akan menerima bantuan peralatan usaha setelah kegiatan berakhir.
“Jadi ada dua bekal yang diberikan, yaitu bekal pengetahuan dan keterampilan serta bekal peralatan. Percuma kalau keterampilannya ditingkatkan, tetapi tidak tersedia alat untuk mengembangkan usaha. Karena itu, pendekatan yang kita lakukan harus komprehensif,” tegasnya.
Wirawan juga memastikan bahwa pembinaan tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Dinas Koperasi UKM NTB melalui jajaran terkait akan melakukan supervisi dan monitoring untuk melihat efektivitas pelatihan serta perkembangan usaha peserta pascapelatihan.
Pendamping Desa Berdaya bersama pendamping koperasi juga diharapkan terus memberikan pendampingan kepada para penerima manfaat minimal selama dua tahun, bahkan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.
Ia mengingatkan agar bantuan peralatan yang diberikan pemerintah benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, bukan dibiarkan terbengkalai atau diperjualbelikan.
“Kita ingin bantuan pemerintah benar-benar digunakan sesuai peruntukannya. Jangan sampai bantuan tidak dimanfaatkan, menganggur, apalagi dijual. Masyarakat yang bijak adalah masyarakat yang jujur, memiliki etos kerja, dan mempunyai tekad kuat untuk keluar dari jerat kemiskinan ekstrem,” pesannya.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus melakukan asesmen dan evaluasi di Desa Pijot maupun desa lainnya untuk mengidentifikasi masyarakat yang masih membutuhkan program pemberdayaan serupa pada tahun-tahun berikutnya.
Melalui Diklat Tata Boga Angkatan III ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap lahir masyarakat yang semakin terampil, produktif, dan mandiri secara ekonomi. Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi bagian dari langkah nyata membangun kemandirian keluarga dan mempercepat terwujudnya NTB yang lebih sejahtera menuju NTB Makmur Mendunia.(Tim KM Mataram)
