Mataram– Mewakili Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kepala Bidang Pembinaan Koperasi, Rahmadin, menjadi narasumber dalam dialog interaktif bertajuk “Membangun Daya Saing Koperasi” yang diselenggarakan oleh RRI Mataram, Selasa (28/7/2026). Dialog tersebut dipandu oleh host Agus Santosa dan membahas strategi memperkuat posisi koperasi di tengah persaingan dunia usaha yang semakin kompetitif.
Dalam paparannya, Rahmadin menegaskan bahwa membangun daya saing koperasi berarti menciptakan koperasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi anggotanya, menghasilkan produk yang diminati pasar, serta mampu bersaing dengan minimarket modern, platform e-commerce, hingga rantai distribusi konvensional.
“Koperasi harus memiliki keunggulan yang tidak dimiliki badan usaha lain. Keuntungan yang diperoleh koperasi akan kembali kepada anggota melalui Sisa Hasil Usaha (SHU). Inilah kekuatan utama koperasi,” ujarnya.
Rahmadin menjelaskan bahwa penguatan daya saing koperasi dapat dilakukan melalui delapan langkah strategis, yaitu memperkuat tata kelola organisasi dan kualitas sumber daya manusia, menentukan produk atau jasa unggulan yang memiliki nilai tambah, meningkatkan efisiensi biaya operasional, memperkuat pemasaran dan branding, melakukan digitalisasi layanan dan manajemen usaha, memperkuat permodalan, membangun jejaring kemitraan, serta melakukan evaluasi kinerja secara berkala berdasarkan indikator usaha yang terukur.
Selain itu, ia juga mendorong koperasi untuk segera menyusun roadmap penguatan usaha dalam 90 hari pertama, mulai dari pembenahan pembukuan, penetapan produk unggulan, digitalisasi pembayaran melalui QRIS, penguatan pemasaran digital, hingga membangun kemitraan dengan offtaker agar produk koperasi memiliki kepastian pasar.
Menurut Rahmadin, di era transformasi digital, koperasi tidak cukup hanya mengandalkan semangat gotong royong, tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, profesional dalam pengelolaan usaha, serta mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan berkualitas.
“Apabila harga dan pelayanan sama, masyarakat akan memilih koperasi karena keuntungan yang diperoleh akan kembali kepada mereka sebagai anggota. Inilah identitas sekaligus keunggulan koperasi yang harus terus diperkuat,” pungkasnya.
Melalui dialog interaktif tersebut, diharapkan semakin banyak koperasi di NTB yang mampu bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang modern, profesional, inovatif, dan berdaya saing tinggi sehingga mampu berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
