LOMBOK BARAT – Tawa dan canda merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak di lingkungan sekolah. Namun, di balik candaan yang dianggap sepele, terkadang terselip perilaku yang dapat melukai perasaan teman sebaya. Perundungan (bullying) menjadi salah satu persoalan yang masih ditemukan di lingkungan pendidikan dan dapat meninggalkan dampak terhadap kesehatan mental, perkembangan sosial, hingga prestasi belajar anak.
Berangkat dari kepedulian terhadap pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) menggelar Sosialisasi Anti Bullying di SDN 2 Pakuan, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, pada Senin (27/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan sekaligus menanamkan nilai saling menghargai, menghormati perbedaan, dan peduli terhadap sesama sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN PMD memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, serta dampak yang dapat ditimbulkan bagi korban maupun pelaku. Para siswa diajak memahami bahwa tindakan seperti mengejek teman, memberikan julukan yang merendahkan, mengucilkan seseorang dari pergaulan, hingga melakukan kekerasan fisik bukanlah sekadar candaan, melainkan perilaku yang dapat menyakiti orang lain dan harus dicegah bersama.
Suasana sosialisasi berlangsung hangat, interaktif, dan penuh antusiasme. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh para siswa. Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mahasiswa KKN PMD mengajak siswa berdiskusi serta mengikuti sesi tanya jawab seputar materi yang telah disampaikan. Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa memberikan hadiah kepada siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Tidak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada siswa yang menunjukkan sikap disiplin, mendengarkan dengan baik, dan menghargai ketika pemateri menyampaikan materi. Cara tersebut terbukti mampu meningkatkan semangat belajar sekaligus menanamkan nilai menghargai orang lain selama proses pembelajaran berlangsung.
Selain mengajak siswa untuk tidak menjadi pelaku bullying, mahasiswa KKN PMD juga mengingatkan pentingnya tidak menjadi penonton ketika menyaksikan tindakan perundungan. Para siswa didorong untuk berani melaporkan kejadian kepada guru atau orang tua, memberikan dukungan kepada teman yang menjadi korban, serta bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para siswa mengikuti setiap sesi sosialisasi dengan penuh semangat, aktif menjawab pertanyaan, serta berpartisipasi dalam diskusi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai bahaya bullying, tetapi juga memahami pentingnya membangun karakter yang berlandaskan empati, toleransi, dan rasa saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Kelompok KKN PMD Universitas Mataram, Putra Herdiansyah, mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan salah satu upaya mahasiswa dalam menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.
“Kami berharap para siswa dapat memahami bahwa bullying bukanlah sekadar candaan, melainkan tindakan yang dapat menyakiti orang lain. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menumbuhkan sikap saling menghargai, peduli, dan berani menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman bagi semua,” ujar Putra Herdiansyah.
Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh melalui sosialisasi tersebut dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan dukungan guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah. Dengan demikian, budaya saling menghormati dan menghargai sesama dapat tumbuh sehingga SDN 2 Pakuan menjadi lingkungan belajar yang ramah anak, aman, dan bebas dari perundungan.
