LOMBOK BARAT – Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, memiliki potensi perkebunan kakao yang cukup besar. Namun, selama ini hasil panen kakao umumnya hanya dipasarkan dalam bentuk biji kering, sementara limbah kulit buah kakao masih belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, kedua potensi tersebut dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) menggelar rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Pakuan. Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan limbah kulit kakao sebagai pupuk organik cair (POC) pada Senin (20/7/2026), kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi pembuatan cokelat batangan pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengoptimalkan hasil dan limbah kakao agar memiliki nilai tambah ekonomi dan manfaat bagi lingkungan.
Pada kegiatan sosialisasi pembuatan cokelat batangan, mahasiswa KKN PMD menjelaskan bahwa kakao tidak hanya memiliki nilai jual sebagai bahan baku, tetapi juga dapat diolah menjadi produk pangan yang bernilai ekonomi lebih tinggi. Masyarakat diperkenalkan dengan bahan-bahan yang digunakan, yaitu bubuk kakao, gula halus, susu full cream, garam, dan mentega putih (Menara Bakers Fat). Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai tahapan pembuatannya, mulai dari pencampuran bahan, proses pelelehan menggunakan metode double boiler, hingga pencetakan adonan menjadi cokelat batangan siap konsumsi.
Sementara itu, pada kegiatan sosialisasi dan pelatihan pupuk organik cair, mahasiswa KKN PMD memberikan materi sekaligus pendampingan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit buah kakao menjadi pupuk organik cair (POC). Peserta diperkenalkan pada bahan-bahan yang digunakan, yaitu kulit buah kakao, EM4, molase, air, dan sedikit micin sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme selama proses fermentasi. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memahami manfaat limbah kulit kakao, tetapi juga memperoleh keterampilan dasar dalam mengolahnya menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.

Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kakao memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan secara menyeluruh. Tidak hanya bijinya yang dapat diolah menjadi produk pangan bernilai jual, tetapi limbah kulit buahnya juga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan. Inovasi ini diharapkan mampu mengurangi limbah perkebunan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal.
Salah seorang warga Desa Pakuan, Kinah, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram karena memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan kakao secara lebih optimal.
“Selama ini kami hanya menjual biji kakao, sedangkan kulit buahnya dibuang begitu saja. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi tahu bagaimana cara kakao bisa diolah menjadi cokelat batangan dan limbahnya dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Semoga ilmu ini bisa kami terapkan ke depannya,” ujar Kinah.
Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong masyarakat Desa Pakuan untuk mengembangkan potensi kakao secara lebih optimal. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, kakao diharapkan tidak lagi hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi lokal yang berdaya saing serta mendukung terwujudnya pertanian yang berkelanjutan.
