SELONG — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur resmi meluncurkan B-Smart, sebuah sistem digital terintegrasi untuk mengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Aplikasi ini diluncurkan langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin (H. Iron), bersama Ketua BAZNAS Lotim, H. Muhammad Kamli, dalam acara Refleksi Satu Tahun Pengabdian BAZNAS di halaman Kantor BAZNAS Lotim, Selasa (21/7/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari transformasi digital Pemkab Lotim untuk memastikan transparansi total dan menghapus kecurigaan publik terkait pengelolaan dana umat. Melalui B-Smart, seluruh proses mulai dari pengumpulan hingga pendistribusian dana ZIS kini dapat diakses oleh masyarakat secara real-time.
“Pesan utama kita adalah transparansi. Dengan adanya sistem B-Smart ini, kita ingin memastikan tidak ada lagi rasa curiga yang muncul baik dari internal BAZNAS, pemangku kepentingan, maupun dari masyarakat luas,” tegas Bupati H. Iron dalam sambutannya di hadapan jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat yang hadir.
Untuk mewujudkan tata kelola yang bersih dan efisien, platform digital ini mengintegrasikan empat fungsi utama dalam satu genggaman:
Administrasi Digital & Surat-Menyurat: Mempercepat birokrasi dan kerja internal BAZNAS.
Manajemen Proposal: Proses pengajuan bantuan masyarakat menjadi lebih cepat, terukur, dan tercatat rapi.
Database Muzakki & Mustahik: Pendataan akurat untuk menjamin penyaluran bantuan tepat sasaran dan menghindari tumpang tindih.
Transparansi Penerimaan & Penyaluran: Dashboard publik yang menampilkan alur masuk dan keluarnya dana secara terbuka.
Ketua BAZNAS Lotim, H. Muhammad Kamli, optimistis bahwa modernisasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga mampu membangkitkan kesadaran dan kepercayaan publik (public trust) para muzakki untuk menyalurkan zakat secara resmi.
“Kami ingin mewujudkan tata kelola zakat yang akuntabel, profesional, dan membawa dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan di Lombok Timur,” ujar Kamli.
Melalui digitalisasi ini, Pemkab Lotim berkomitmen penuh untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, terbuka, dan akuntabel, sehingga manfaat dana umat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
