Lombok Barat – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menggelar dialog bersama santri sekaligus aksi penanaman pohon di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Rabu (8/10/2026).
Kunjungan ke lembaga pendidikan keagamaan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja BPOM di NTB dalam rangka membangun kolaborasi antara Akademisi, Pelaku Usaha, dan Pemerintah atau yang dikenal dengan Sinergi ABC (Academia, Business, Government).
Sinergi tiga pilar tersebut diharapkan dapat mempercepat layanan publik sekaligus mendorong pengembangan potensi industri lokal, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Narmada, Hasanain Djuaini, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kawasan pesantren berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektare yang mencakup area asrama santriwati.
“Selain lahan utama tersebut, pesantren ini juga mengelola dua lokasi demonstration plot lainnya, masing-masing lahan seluas 50 hektare dan ada juga yang 20 hektare,” ungkapnya.
Menanggapi potensi lahan yang luas tersebut, Kepala BPOM menyambut positif dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas untuk pemanfaatan tanaman obat bahan alam secara berkelanjutan.
“Langkah kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan sekitar pesantren, tetapi juga mendukung kemandirian pasokan bahan baku obat bahan alam berbasis potensi lokal,” ujar Prof. Taruna.
Selain penanaman pohon, forum dialog interaktif ini juga dimanfaatkan BPOM untuk memberikan pemahaman kepada para santri dan pengelola pondok pesantren mengenai pentingnya pengawasan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui rangkaian agenda kunjungan kerja di Lombok ini, BPOM berharap dapat merangkul berbagai elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung kemandirian produk obat bahan alam dan kosmetik secara nasional. (Tim KM BBPOM)
