Lombok Barat – Budidaya edamame yang dikembangkan oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat membuahkan hasil. Panen yang digelar pada Senin (15/06) tersebut dihadiri oleh Inspektur Wilayah I Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Anak Agung Gde Krisna, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Barat, Ketut Akbar Herry Achjar.
Panen dilaksanakan di lahan seluas 0,9 hektare yang dikelola sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui budidaya edamame, Lapas Lombok Barat tidak hanya memberikan keterampilan di bidang pertanian, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Agung Krisna mengapresiasi komitmen Lapas Lombok Barat dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berorientasi pada pemberdayaan warga binaan.
“Pembinaan yang baik harus mampu memberikan bekal nyata kepada warga binaan. Kegiatan budidaya seperti ini menjadi sarana untuk membangun keterampilan, etos kerja, dan kesiapan mereka agar dapat kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTB, Akbar, menilai budidaya edamame memiliki prospek yang menjanjikan dan layak terus dikembangkan.
“Dengan optimalisasi lahan yang ada, kami menargetkan hasil panen edamame dapat mencapai 3 hingga 4 ton. Ini menunjukkan bahwa program pembinaan dapat berjalan seiring dengan upaya mendukung ketahanan pangan dan menghasilkan nilai ekonomi,” kata Akbar.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menyampaikan bahwa keberhasilan panen merupakan hasil kerja sama petugas dan warga binaan dalam mengelola lahan secara konsisten.
“Kami ingin warga binaan memperoleh keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal setelah bebas. Budidaya edamame menjadi salah satu media pembelajaran yang menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan semangat bekerja secara produktif,” ungkapnya.
Ke depan, Lapas Lombok Barat berkomitmen terus mengembangkan program pembinaan berbasis pertanian dengan mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia, sehingga mampu menciptakan warga binaan yang lebih mandiri sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan ketahanan pangan. (Tim KM Lombok Barat)
