Ukhuwah dan kebersamaan dalam merajut keimanan menjadi semangat yang mewarnai pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) XXIX Tingkat Kota Mataram Tahun 2026. Lebih dari sekadar ajang perlombaan, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi Qur’ani yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki ketekunan, kedisiplinan, serta akhlak mulia dalam menghadapi tantangan zaman.
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, saat membuka STQH XXIX Tingkat Kota Mataram, berharap lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan baik dan benar dapat mendatangkan rahmat serta keberkahan Allah SWT bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kota Mataram.
Ia juga berharap melalui kegiatan tersebut lahir qari dan qariah terbaik yang mampu menjadi kebanggaan daerah sekaligus duta Kota Mataram dalam berbagai ajang perlombaan, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.
“Saya berharap dari pelaksanaan STQH ini akan lahir anak-anak kita yang dipersiapkan dengan baik, menjadi qari dan qariah yang membanggakan Kota Mataram. Mereka adalah mutiara-mutiara daerah yang perlu terus dibina agar mampu mewakili Kota Mataram hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa ketekunan dan kedisiplinan merupakan bagian penting dalam meraih keberhasilan. Kemampuan yang dimiliki setiap anak dapat terus berkembang apabila disertai kesungguhan dan kemauan untuk belajar secara konsisten.
“Saya berpesan kepada anak-anakku semua agar tetap konsisten dan istiqamah dalam mempelajari Al-Qur’an. Teruslah belajar dengan tekun dan disiplin, karena keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh kesungguhan dalam berproses,” pesannya.
Selain mendorong prestasi di bidang Al-Qur’an dan Hadis, Wali Kota juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus media sosial. Menurutnya, kemampuan mengikuti perkembangan zaman perlu berjalan seiring dengan penguatan spiritualitas dan pemahaman terhadap nilai-nilai agama.
Generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak tanpa meninggalkan etika, adab, dan kearifan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, kecakapan intelektual dan digital dapat berjalan seimbang dengan pembentukan karakter serta penguatan keimanan.
“Anak-anak kita saat ini hidup di tengah perkembangan teknologi informasi dan pengaruh media sosial yang begitu besar. Karena itu, kita berharap kemampuan mereka mengikuti perkembangan teknologi berjalan seiring dengan penguatan spiritualitas, pemahaman agama, serta kemampuan menjaga etika dan adab dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam membimbing dan mengawasi tumbuh kembang anak. Pendidikan karakter, menurutnya, tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada lembaga pendidikan, melainkan membutuhkan peran aktif keluarga dan lingkungan masyarakat.
Orang tua diharapkan terus mendampingi anak-anak dalam membangun kebiasaan positif, menanamkan kedisiplinan, serta membimbing mereka agar tetap menjaga perilaku dan adab, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
“Pembinaan anak-anak kita bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Saya berharap para orang tua turut menjaga, mengawasi, dan mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang tekun, disiplin, serta mampu menjaga etika dan adab,” tegasnya.
Melalui STQH XXIX Tingkat Kota Mataram Tahun 2026, Pemerintah Kota Mataram berharap kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an dan Hadis semakin tumbuh. Kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi, berkarakter, dan siap membawa nama baik daerah di tingkat yang lebih tinggi.
Dengan semangat ukhuwah dan kebersamaan, STQH diharapkan tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga memperkuat keimanan serta menumbuhkan generasi penerus yang unggul dalam prestasi dan mulia dalam akhlak.
Sementara itu, Camat Mataram, Arif Mardjun, dalam laporannya menyampaikan bahwa STQH XXIX Tingkat Kota Mataram Tahun 2026 diikuti oleh 114 peserta, didukung oleh 30 orang official, 40 orang dewan hakim, serta 4 orang panitera. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 25 hingga 29 Oktober 2026, dengan pelaksanaan lomba yang tersebar di tiga majelis.
Majelis I sebagai venue utama berlokasi di Lapangan Karang Genteng. Majelis II bertempat di Masjid TGH Mustiadi Abhar, Pondok Pesantren Darul Falah, Lingkungan Peresak Barat. Sementara itu, Majelis III berlokasi di Musala Kasiful Hijab, Pondok Pesantren Darul Hikmah, Lingkungan Karang Genteng.
Arif Mardjun menjelaskan bahwa STQH tahun ini mempertandingkan empat cabang dengan total 20 golongan, yakni cabang tilawah Al-Qur’an, hifzil Qur’an, tafsir Al-Qur’an, dan musabaqah hadis Nabi. Beragam cabang tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi dalam mempelajari dan mendalami Al-Qur’an dan Hadis. (Tim KM Ristu Kun)
