Lombok Tengah — Berawal dari potensi jagung, singkong dan sorgum yang selama ini hanya menjadi hasil pertanian bernilai rendah, UMKM Cempake milik Maemunah di Dusun Lendang Batah Daye, Desa Mekar Damai, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, kini berhasil menembus pasar modern.
Langkah besar tersebut tidak lepas dari pendampingan dan dukungan Astra Motor NTB melalui program Income Generating Activity (IGA). Bersama Forum Wartawan Astra yang terdiri dari media cetak dan elektronik, Astra Motor NTB mengunjungi langsung UKM binaannya pada Jumat (28/8/2026).
Dalam pendampingannya, Astra Motor NTB memberikan dukungan berupa peralatan produksi, meja, kemasan hingga membantu memperluas promosi dan akses pemasaran produk.
UMKM Cempake dikenal melalui produk tortilla dengan beragam varian berbahan baku lokal, mulai dari jagung, singkong dan sorgum. Produk tersebut tidak hanya menjadi camilan masyarakat, tetapi juga telah menjadi salah satu pilihan oleh-oleh bagi wisatawan, termasuk saat gelaran MotoGP di NTB.
Adm Fin Manager Astra Motor NTB, Ivan Pratama, mengatakan pengembangan UMKM merupakan salah satu fokus program IGA Astra dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan kemandirian ekonomi.
“UMKM Cempake milik Bu Maemunah ini menjadi salah satu binaan Astra Motor NTB yang merupakan salah satu fokus dari program IGA (Income Generating Activity) Astra dalam memberdayakan UMKM dan warga yang kurang mampu. Nantinya kita bina dengan memberikan pelatihan, modal, juga strategi pemasaran yang baik,” ujar Ivan.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan salah satu dari empat pilar Astra, khususnya pada bidang Kewirausahaan, yang berfokus pada pengembangan UMKM dan kemandirian ekonomi.
Saat dikunjungi, Maemunah menuturkan, usaha yang dirintis sejak 2014 tersebut awalnya hanya memproduksi sekitar lima kilogram dan sempat bergerak pada usaha kue-kue basah.
Namun, setelah mendapatkan pelatihan pembuatan tortilla, Maemunah melihat peluang besar dari bahan baku lokal yang melimpah di desanya. Dari situlah usaha Cempake mulai diarahkan pada pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Transformasi semakin terasa setelah Astra Honda mulai memberikan pembinaan pada 2022. Saat itu, Astra membantu melakukan inovasi kemasan sekaligus membuka akses pemasaran ke sejumlah pasar modern.
“Awalnya kami tidak pede untuk masuk ke pasar modern, tapi sampai kami diantar langsung sama tim dari Astra, ketemu sama pihak toko oleh-oleh dan NTB Mall. Kami langsung dikenalkan dan alhamdulillah kami diterima,” tutur Maemunah.
Tak berhenti pada kemasan dan pemasaran, pada 2023 Astra juga memfasilitasi bantuan peralatan berupa mesin pengaduk, yang membuat proses produksi menjadi lebih efektif dibandingkan sebelumnya yang dilakukan secara manual.
Salah satu inovasi yang terus dikembangkan UMKM Cempake adalah produk berbahan dasar sorgum. Produk tersebut mulai dikembangkan sejak 2021 dan kini tidak hanya diolah menjadi tortilla, tetapi juga opak, kerupuk hingga beras sorgum.
Bahkan, produk tortilla sorgum UMKM Cempake telah masuk dalam kategori potensi ekspor. Pada 2025, produk tersebut mengikuti kurasi untuk pasar Selandia Baru dan dinyatakan lolos, bahkan telah dikirim sebanyak dua kali.
Astra turut membantu memfasilitasi pengujian nutrisi sebagai bagian dari proses pemenuhan persyaratan produk. Tahun ini, UMKM Cempake juga mengikuti dua kompetisi, yakni UMKM Bisa dan Astra Export Champion, sebagai bagian dari upaya memperluas pasar.
Di balik berkembangnya produk UMKM Cempake, terdapat peran besar perempuan-perempuan desa. Saat ini terdapat 17 orang perempuan yang terlibat dalam kegiatan usaha tersebut.
Di antaranya terdapat tiga orang mantan TKW serta sejumlah ibu yang menjadi kepala keluarga. Bagi Maemunah, keberadaan usaha ini bukan sekadar menghasilkan produk makanan, tetapi juga membuka ruang bagi perempuan di desa untuk tetap produktif dan memiliki penghasilan.
Sistem kerja pun dibuat fleksibel menyesuaikan kondisi masyarakat desa. Sebagian pekerja memulai aktivitas sejak pagi untuk proses penggilingan dan pengadukan, sementara pekerja lainnya masuk pada waktu berbeda sesuai tugas masing-masing.
Kiprah UKM Cempake juga semakin dikenal melalui berbagai kegiatan event MotoGP di NTB. Maemunah menyebut produk mereka telah hadir dalam setiap kegiatan event MotoGP dan seluruh varian produknya pernah digunakan dalam kegiatan tersebut.
Saat ini produksi rata-rata mencapai sekitar 10 kilogram per hari untuk satu jenis bahan baku, dengan produksi disesuaikan berdasarkan pesanan dan stok. Bahan baku jagung, singkong dan sorgum diproduksi secara bergantian sesuai kebutuhan pasar.
Dari sebuah usaha yang awalnya hanya mengolah hasil pertanian secara sederhana, UKM Cempake kini perlahan tumbuh menjadi UMKM yang mampu mengangkat potensi pangan lokal, memberdayakan perempuan desa, menembus pasar modern hingga membuka peluang menuju pasar ekspor.
Kisah Cempake menjadi bukti bahwa produk lokal dari pelosok desa pun mampu naik kelas ketika mendapatkan pendampingan, akses pasar dan kesempatan untuk berkembang. (Tim KM Abdi Mataram)
