Blind spot menjadi salah satu risiko yang sering diabaikan saat berkendara. Area ini merupakan bagian yang tidak terlihat jelas oleh pengendara melalui pandangan langsung maupun kaca spion. Jika tidak diantisipasi, kendaraan lain yang berada di area tersebut dapat luput dari perhatian.
Untuk melewati area blind spot, pengendara dapat menerapkan prinsip 4T: Tunggu, Tengok, Tengok, Tengok Lagi.
Pertama, tunggu sejenak. Jangan terburu-buru bergerak ketika pandangan terhalang. Berikan waktu untuk memastikan situasi di sekitar.
Kedua, tengok kiri dan kanan. Pastikan tidak ada kendaraan yang berada di area yang sulit terlihat. Pada kondisi pandangan terbatas, pengendara juga dapat menggunakan klakson sebagai alat komunikasi untuk memberi tanda keberadaan kepada pengguna jalan lain. Klakson digunakan secukupnya, bukan sebagai pengganti pengecekan visual.
Ketiga, tengok kembali. Setelah memastikan kondisi aman dan mulai bergerak, lakukan pengecekan kembali terhadap area blind spot, terutama setelah melewati titik yang memiliki pandangan terbatas. Hal ini menjadi konfirmasi tambahan bahwa tidak ada kendaraan lain yang berada di area tersebut.
Menurut Satria Wiman Jaya, Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, pengendara sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan apa yang terlihat.
“Blind spot berarti ada area yang belum terkonfirmasi. Karena itu, jangan langsung bergerak. Tunggu, gunakan klakson untuk berkomunikasi bila diperlukan, tengok area blind spot, pastikan aman, kemudian lakukan konfirmasi kembali setelah melewati area tersebut,” ujarnya.
Kebiasaan sederhana ini dapat membantu pengendara lebih waspada ketika melewati persimpangan, berbelok, berpindah jalur, maupun berada di sekitar kendaraan besar.
Ingat 4T: Tunggu, Tengok, Tengok, Tengok Lagi. Gunakan klakson untuk berkomunikasi, bukan untuk memaksakan jalan. Pastikan blind spot aman sebelum melaju. Jago Cari Aman, Biar Happy. (Tim KM MD Astra Motor NTB)
