Mataram – Kabar menggembirakan datang dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan IV 2025 secara year on year menembus angka fantastis 12,29 persen. Lonjakan signifikan ini menjadi sorotan dalam apel pagi yang digelar di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM NTB.
Apel dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Koperasi UKM NTB, Wirawan Ahmad, yang dalam amanatnya menyampaikan dua pesan penting kepada seluruh jajaran.
Mengawali sambutannya, Wirawan Ahmad menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh pegawai yang menjalankan, baik yang memulai hari ini maupun yang mengikuti ketetapan pemerintah keesokan harinya. Rabu (18/2/2026)
Dengan nada santai yang disambut tawa peserta apel, ia berkelakar, “Kalau saya tradisinya, puasanya ikut pemerintah, nanti lebarannya ikut Muhammadiyah,” ujarnya, mencairkan suasana pagi yang penuh semangat.
Meski pertumbuhan ekonomi NTB secara kumulatif berada di kisaran tiga persen lebih, lonjakan 12,29 persen pada triwulan IV menjadi bukti bahwa ada faktor besar yang bekerja di balik layar.
Namun, menurut Wirawan, yang terpenting bukan sekadar membahas angka.
“Angka itu naik bukan karena pemerintah sebagai eksekutor, tetapi karena pemerintah berperan sebagai fasilitator,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa kontribusi terbesar terhadap lonjakan pertumbuhan tersebut berasal dari sektor ekspor. Kebijakan relaksasi pelarangan ekspor konsentrat yang diperjuangkan Pemerintah Provinsi NTB menjadi faktor kunci. Setelah sebelumnya terjadi pembatasan, relaksasi kebijakan membuka kembali ruang ekspor, yang kemudian berdampak langsung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam konteks kinerja Dinas Koperasi UKM, Wirawan menekankan pentingnya perubahan pola pikir. Ia mengakui bahwa banyak indikator kinerja utama, seperti rasio volume usaha koperasi terhadap PDRB maupun proporsi UKM terhadap total usaha, tidak sepenuhnya ditopang oleh alokasi anggaran yang besar.
Bahkan, dari ribuan koperasi yang ada di NTB, bantuan langsung dalam bentuk belanja signifikan dinilai masih sangat terbatas.
Namun, hal tersebut bukan alasan untuk menyerah.
“Jangan menyerah sebelum bertanding. Baru lihat angka DPA kecil, lalu merasa tidak didukung. Mindset seperti itu harus kita buang jauh-jauh,” tegasnya.
Menurutnya, kekuatan utama justru terletak pada kemampuan merancang kebijakan yang inovatif dan stimulatif. Peran fasilitasi harus menjadi katalisator pertumbuhan koperasi dan UKM agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PDRB NTB.
Ia juga menyinggung pentingnya peran koperasi dalam pengelolaan IPR (Industrial Property Rights/Hak Kekayaan Intelektual). Meski anggaran tidak selalu berada di tangan dinas, koperasi didorong untuk mampu mengambil peran strategis dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi tersebut.
Semangat fasilitasi inilah yang diharapkan terus tertanam dalam jiwa seluruh jajaran Diskop UKM NTB.
“Semoga dari hari ke hari semangat kita terus meningkat dan kinerja kita juga akan terus meningkat,” tutupnya optimistis.
Dengan lonjakan pertumbuhan ekonomi yang mencolok dan penegasan peran strategis sebagai fasilitator, Diskop UKM NTB kini bersiap menjadi motor penggerak baru kebangkitan koperasi dan UMKM di Bumi Gora menuju NTB Makmur Mendunia. (Tim PPID Diskop UKM NTB)
