Mataram —Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Musholla Bustanul Arifin saat jajaran karyawan Dinas Koperasi UKM NTB menggelar kegiatan Iman dan Taqwa (Imtaq), Jumat (27/2/2026). Kegiatan rutin yang sarat nilai spiritual ini menghadirkan sosok hafiz muda inspiratif, Ustaz Ainul Muttaqin, pengasuh Pondok Sulaimaniyah Turki Lombok cabang Istanbul.
Pondok Sulaimaniyah Turki Lombok yang berlokasi di Sekarbela, Kota Mataram, diketahui telah berdiri sejak tahun 2016 dan menjadi bagian dari jaringan pesantren internasional yang berpusat di Turki. Salah satu syarat utama menimba ilmu di pesantren ini adalah menghafal Al-Qur’an 30 juz, sebuah capaian yang telah dituntaskan Ustaz Ainul Muttaqin di usia muda.
Dalam ceramahnya, Ustaz Ainul Muttaqin mengawali tausiyah dengan mengajak seluruh jamaah untuk mensyukuri nikmat iman, Islam, kesehatan, serta kesempatan hadir di majelis ilmu. Ia menegaskan bahwa syukur sejati tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan, melainkan dibuktikan dengan pengorbanan waktu, tenaga, dan amal perbuatan demi meraih rida Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Datangnya kita ke majelis ilmu ini adalah bukti syukur yang hakiki. Hakikat syukur adalah bagaimana kita mengorbankan jiwa, raga, dan waktu untuk Allah,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, Ustaz Ainul Muttaqin mengulas tentang makna akal dalam perspektif Islam. Mengutip pandangan ulama Turki Usmani, Ismail Haqqi Al-Bursawi dalam Tafsir Ruhul Bayan, ia menjelaskan bahwa akal merupakan kekuatan yang dianugerahkan Allah kepada manusia untuk memperoleh ilmu dan membedakan kebenaran. Namun demikian, tidak semua ilmu diperoleh semata-mata melalui akal, sebab wahyu Ilahi tetap menjadi sumber kebenaran tertinggi.
“Apa pun yang disampaikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, baik masuk akal maupun di luar nalar manusia, itu adalah kebenaran dan merupakan ilmu,” tegasnya.
Sementara itu, selaku host kegiatan, H. Muhammad Adhar menyampaikan bahwa tausiyah yang disampaikan memberikan penguatan pemahaman tentang pentingnya akal sebagai pembeda utama antara manusia dan makhluk lainnya. Ia juga menambahkan bahwa Ustaz Ainul Muttaqin merupakan putra dari Sekretaris Diskop UKM NTB, sebuah kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar instansi tersebut.
“Semoga kita semua tergolong orang-orang yang mampu menggunakan akal sehat sesuai tuntunan agama,” ujarnya.
Kegiatan Imtaq ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, memberi ruang bagi jamaah untuk memperdalam materi yang telah disampaikan. Nuansa religius dan keilmuan yang terbangun diharapkan mampu memperkuat spiritualitas serta etos kerja seluruh karyawan Diskop UKM NTB. (Tim PPID Diskop UKM NTB)
