Mataram — Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Wirawan Ahmad, resmi memulai hari pertamanya bertugas setelah dilantik pada 9 Januari 2025 menggantikan Ahmad Masyhuri. Pada Senin pagi (12/01/2026), Wirawan Ahmad langsung memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran pegawai lingkup Dinas Koperasi UKM NTB.
Akibat cuaca hujan, apel pagi tidak dapat dilaksanakan. Sebagai gantinya, pengarahan digelar di Aula Bung Hatta Lantai 2 Diskop UKM NTB dan dihadiri oleh pejabat struktural, pejabat fungsional, serta seluruh staf.
Dalam sambutannya, Wirawan Ahmad menyampaikan rasa syukur dan menyebut momentum ini sebagai awal pengabdian yang berkesan. Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Koperasi UKM, namun menilai kepercayaan tersebut sebagai sebuah kehormatan besar.
Menurutnya, Dinas Koperasi UKM memiliki peran strategis dalam mendukung program strategis nasional, khususnya pengembangan koperasi desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengapresiasi kinerja kepemimpinan sebelumnya yang dinilai berhasil membawa Diskop UKM NTB mencapai kategori kinerja sangat tinggi.
“Saya melihat Dinas Koperasi UKM NTB telah berjalan sangat baik, kondusif, dan minim kegaduhan. Banyak capaian yang patut kita banggakan, termasuk percepatan pembentukan dan legalisasi koperasi,” ujarnya.
Ke depan, Wirawan Ahmad menekankan fokus pada tiga hal utama. Pertama, melanjutkan dan mempercepat pelaksanaan program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), termasuk membangun sistem pemantauan progres secara terintegrasi. Kedua, memastikan kejelasan dan legalitas aset, khususnya koperasi yang menggunakan aset pemerintah daerah maupun provinsi. Ketiga, menetapkan 50 koperasi sebagai pilot project KDKMP yang diharapkan menjadi etalase dan rujukan nasional.
Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya memperkuat peran PLUTB KUMKM sebagai lembaga inkubasi UMKM sebagai tulang punggung pengembangan koperasi UMKM di NTB
Dalam arahannya, Wirawan Ahmad menekankan nilai-nilai kerja yang akan dijunjung tinggi, yakni integritas, profesionalisme, dan kolaborasi. Ia mendorong komunikasi yang terbuka dan mengajak seluruh pegawai bekerja secara kolektif tanpa sekat antarbidang.
“Saya berjanji untuk tidak menjadi sumber masalah bagi rekan-rekan semua. Jika ada hal yang tidak baik secara etis maupun regulasi, silakan sampaikan. Kita bangun komunikasi terbuka demi kebaikan bersama,” tegasnya.
Pengarahan ditutup dengan harapan agar seluruh jajaran Diskop UKM NTB terus diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan pengabdian untuk mendukung visi pembangunan daerah menuju NTB makmur mendunia. (PPID DIskop UKM)
